Calon Kadesnya Kalah, Para Pendukung Duduki & Segel Balai Desa Sukamulyo Gresik, Layanan Terganggu

Calon Kadesnya Kalah, Para Pendukung Duduki & Segel Balai Desa Sukamulyo Gresik, Layanan Terganggu.

Calon Kadesnya Kalah, Para Pendukung Duduki & Segel Balai Desa Sukamulyo Gresik, Layanan Terganggu
SURYA/SUGIYONO
Balai Desa Sukomulyo Kecamatan Manyar ribut akibat disegel oleh calon kades yang kalah. Akibatnya, pelayanan terganggu, Selasa (10/9/2019). 

Calon Kadesnya Kalah, Para Pendukung Duduki & Segel Balai Desa Sukamulyo Gresik, Layanan Terganggu

TRIBUNGRESIK.COM, MANYAR - Pendukung Ahmad Munir calon Kepala Desa Sukamulyo Kecamatan Manyar Gresik menduduki balai desa.

Alasannya, calon kades masih mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya.

Pendudukan balai desa dan penyegelan ruang kepala desa dan sekretariat desa Sukomulyo itu dipicu Bupati Gresik Sambari Halim Radianto tetap melantik kades terpilih Desa Sukomulyo pada Senin (9/9/2019), kemarin.

Diduga Sakit, Pria Asal Sidoarjo Ditemukan Tewas dalam Kamar Kos di Gresik

Alfamart Percantik Toko Tradisional Binaan di Wilayah Gresik, Madura dan Surabaya

Calon Kades Protes Hasil Pilkades, Bupati Gresik Sambari Tetap Lantik 264 Kades Terpilih

Padahal, penggugat panitia Pilkades dan BPD Sukomulyo sudah mengantongi surat penetapan majelis hakim PTUN Surabaya. Isi surat tersebut yaitu pantia Pilkades dan BPD diminta mengirim surat ke Pemkab Gresik untuk menunda pelantikan kades terpilih.

"Bunyi penetapan majelis hakim PTUN sudah jelas dan panitera sudah mengirim surat ke Pemkab Gresik pada Jumat kemarin sebelum pelantikan. Namun, Bupati tetap melantiknya," kata Ahmad Munir, Selasa (10/9/2019).

Puluhan massa pendukung calon kades Sukamulyo Kecamatan Manyar Gresik Ahmad Munir menutup dan menyegel ruang Kepala Desa dan ruang sekretariat desa Sukomulyo. Akibatnya, kades terpilih tidak bisa masuk dan bekerja.

Selain itu, banyaknya massa dari pendukung calon kades Ahmad Munir, dan banyaknya anggota Polres Gresik serta jajaran Koramil dan Satpol PP Kecamatan Manyar menjadi menggangu layanan posyandu.

Namun, Munir mengatakan bahwa kedatangan ke balai Desa Sukomulyo berlangsung mendadak. "Ini inisiatif pendukung. Kita tidak melarang Kades yang dilantik untuk masuk kerja. Dan kita tidak mengganggu pelayanan. Pelayanan bisa terus berlangsung di ruang pelayanan dan kades juga bisa memberikan stempel. Karena stempelnya dibawa Kadesnya," katanya.

Hingga siang hari masaa masih duduk-duduk di area balai desa, padahal satpol PP Kecamatan Manyar sudah melepas tulisan segel ruang kepala desa.

Sementara Camat Manyar Mohammad Nadlelah mengatakan, proses hukum biarkan berlangsung, tapi pelayanan di Balai Desa tidak boleh terganggu.

"Kita sampaikan kepada calon kades yang menggugat untuk memproses lewat jalur hukum, tapi jangan mengganggu pelayanan di balai desa. Sebab, kalau mengganggu pelayanan dan menutup kantor Kades, bisa berhadapan dengan hukum lainnya," kata Nadlelah yang baru dilantik sepekan kemarin.

Diketahui, dalam Pilkades Sukomulyo Kecamatan Manyar Gresik hanya terdapat dua calon. Dari hasil pencoblosan hanya selisih 3 suara. Sehingga, yang kalah mengajukan gugatan ke PTUN Surabaya. Alasannya, diduga pelaksanaan Pilkades serat ketidaknetralan dari Panitia dan BPD

Penulis: Sugiyono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved