Puluhan Rumah di Laren Lamongan Terancam Hanyut Terbawa Tanah Longsor di Bibir Sungai Bengawan Solo

Puluhan rumah di Laren Lamongan terancam hanyut terbawa tanah longsor di bibir Sungai Bengawan Solo

Puluhan Rumah di Laren Lamongan Terancam Hanyut Terbawa Tanah Longsor di Bibir Sungai Bengawan Solo
SURYA.CO.ID/HANIF MANSHURI
Di antara tanah tempat berdirinya puluhan rumah warga di Laren yang terus amblas, Selasa (10/9/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Puluhan warga Desa Pelangwot, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan Jawa Timur dihantui kecemasan.

Pasalnya, rumah mereka yang jadi tempat tinggal selama bertahun-tahun terancam terbawa longsor, akibat ditinggal air Bengawan Solo di musim kemarau ini.

Pada 2 September di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo mengalami longsor sepanjang 500 meter, lebar 1 meter dan kedalaman 5 meter hingga mengakibatkan meninggalkan rumah mereka.

Warga memilih mengungsi ke tempat sanak keluarga untuk menghindari bencana longsor dan jauh dari ancaman longsor.

"Cari selamat aja," kata salah satu warga. Kepala Dusun Gendong, Desa Pelangwot, Kabupaten Lamongan Muntolib (48) kepada Surya.co.id Selasa (10/9/2019) mengatakan, longsor diwilayahnya itu sudah terjadi sejak tanggal 2 September lalu. "Sampai ada teras dan pagar rumah warga retak," katanya.

Giliran Sekkab Lamongan Daftar Cabup Lewat PDIP, Ambil Formulir Melalui Utusan

Sebenarnya petugas Bengawan Solo sudah meninjau ke lokasi namun sejauh ini belum kejelasan kapan tanah di bibir Bengawan Solo itu diatasi.

Termasuk apakah masyarakat disekitar akan direlokasi atau tidak.

Dua tahun lalu sebelum terjadi longsor, warg terdampak pernah dijanjikan untuk direlokasi. Namun sampai saat ini belum terealisasi.

Padahal warga tidak keberatan direlokasi. Masalahnya, tanah tempat tinggal merek itu dipastikan akan terus terjadi longsor.

"Kalau kemarau juga longsor pasti terjadi, bersamaan air Bengawan Solo surut," katanya.

Mustafa, salah satu warga yang rumahnya mengalami rusak akibat tanah tempat berdirinya rumahnya tergerus juga berharap agar pemerintah daerah dan pihak Bengawan Solo menangani dan mencari solusi.

Polres Lamongan Ringkus 10 Pelaku Jaringan Pengedar Sabu -sabu, Pelaku Dikejar Sampai Luar Negeri

Jika dibiarkan tanpa ada penanggulangan, maka akan ancaman longsor akan semakin luas.

Kini Mustafa dan puluhan warga lainnya hanya bisa pasrah menunggu iktikab baik pemerintah.

Kondisi serupa juga terjadi di Dusun Ketintang Kecamatan Laren. Salah satunya rumah milik Abu yang setiap tahun lahannya termakan arus bawah Sungai Bengawan Solo.

Bahkan rumah Abu di bagian dapur terpksa dipotong karena takut hanyut yang akan menyeret rumah induk.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved