Bandar Sabu Pasuruan Ini Mengeluh Kaki Sakit Saat Dicokok Polisi, Ngaku Asam Urat & Pakai Kursi Roda

Bandar Sabu Pasuruan Ini Mengeluh Kaki Sakit Saat Dicokok Polisi, Ngaku Asam Urat & Pakai Kursi Roda.

Bandar Sabu Pasuruan Ini Mengeluh Kaki Sakit Saat Dicokok Polisi, Ngaku Asam Urat & Pakai Kursi Roda
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Noer Jaman saat dirilis di Polres Pasuruan. 

Bandar Sabu Pasuruan Ini Mengeluh Kaki Sakit Saat Dicokok Polisi, Ngaku Asam Urat & Pakai Kursi Roda

TRIBUNPASURUAN.COM, PASURUAN - Noer Jaman berpura - pura mengalami kesulitan berdiri sesaat setelah dicokok Satresnarkoba Polres Pasuruan akhir pekan kemarin.

Ia mendadak tak bisa jalan. Alasannya karena kadar asam uratnya sedang tinggi.

Padahal, sebelum dicokok, dia sehat bugar dan aktif menjadi pengedar.

Kelegaan Korban Curanmor Pasuruan Pasca Pelaku Diringkus, Menangis saat Motor Akhirnya Dikembalikan

Wanita Diajak Tidur Kades di Villa Hingga Hamil Lapor ke Polisi Pasuruan, Minta Pertanggungjawaban

Ngaku Berhubungan dengan Wanita di Villa, Kades di Pasuruan Menolak Disebut Hamili Wanita Blitar

Alhasil, saat dirilis, ia terpaksa didorong menggunakan kursi roda akibat penyakit asam uratnya. Pria berusia 54 tahun ini ditangkap saat baru saja pulang mengambil pesanan sabu miliknya 52,57 gram.

"Tidak tahu , tiba - tiba asam urat saya kambuh dan dibuat jalan itu linu," aku pria yang tinggal di Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan ini.

Noer mengaku berjualan sabu baru sembilan bulan. Ia mendapatkan sabu dari temannya di Tanggulangin, Sidoarjo. Dari temannya, ia mendapatkan suplai sabu yang sangat melimpah sekali.

"Per 20 hari saya biasanya disuplai 50 gram lebih. Atau bisa aja kurang dari jumlah hari itu. Kadang 15 hari sudah dikirim lagi. Tergantung, bisa cepat habis atau tidak," katanya.

Ia mengakui memang menggeluti bisnis haram ini menggiurkan. Ia mencontohkan, per satu gram, ia mengambil untung Rp 50.000. Kalau 50 gram, ia bisa untung Rp 5 juta lebih.

"Per gramnya saya beli harga Rp 950.000. Saya jual Rp 1 juta. Itu saja. Saya tidak melayani partai kecil artinya tidak paket hemat. Saya jual langsung per gram. Mau atau tidak ya itu," jelasnya.

Wakapolres Pasuruan Kompol Supriyono mengatakan, dalam pemeriksaan, tersangka ini adalah bandar sabu aktif. Ia menduga tersangka ini berpura - pura sakit.

"Makanya meski alasannya sakit. Dia kita kasih kursi roda untuk ikut press rilis," katanya.

Ia memastikan, tersangka ini merupakan bandar yang lumayan besar. Ia berjanji bersama jajarannya untuk terus memberantas peredaran narkoba di sini. Bukan hanya penggunanya saja, pengedar dan bandarnnya pun sekalian.

"Ini kami masih kembangkan lagi, mudah - mudahan bisa menangkap tersangka lainnya dan bandar yang lebih besar lagi," jelasnya.

Dalam sepekan terakhir, Satresnarkoba Polres Pasuruan berhasil meringkus 23 tersangka dengan barang bukti 65 gram sabu - sabu, 1 grqm ganja dan 2.800 pil double L. Ini termasuk tangkapan bandar yang besar tadi.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved