Ini Alasan Bank Commonwealth Tetap Merekomendasikan Reksadana Saham Sebagai Pilihan Investasi

ank Commonwealth masih merekomendasikan reksa dana saham sebagai pilihan investasi utama di tengah melambatnya ekonomi global.

Ini Alasan Bank Commonwealth Tetap Merekomendasikan Reksadana Saham Sebagai Pilihan Investasi
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Ivan Jaya selaku Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth menyebut pasar saham Indonesia masih relatif lebih kuat ketimbang pasar saham Asia. Rabu (11/9/2019) di saat berkunjung di Bank Commonwealth Jalan Panglima Sudirman Kota Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bank Commonwealth masih merekomendasikan reksadana saham sebagai pilihan investasi utama di tengah melambatnya ekonomi global.

Ivan Jaya selaku Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth mengatakan, alasan Bank Commonwealth masih tetap merekomendasikan reksadana saham sebagai pilihan investasi utama di tengah melambatnya ekonomi global, karena pasar saham Indonesia masih relatif lebih kuat ketimbang pasar saham Asia.

"Kita lihat saja, bahwa dimana, saat isu perang dagang kembali memanas pada Agustus lalu, pasar saham Indonesia toh relatif lebih kuat dibandingkan dengan dengan pasar saham Amerika Serikat atau pasar saham Asia pasifik," katanya, Rabu (11/9/2019).

Bank Commonwealth Rekomendasikan Reksadana Saham Sebagai Pilihan Investasi Utama untuk Saat Ini

Resmikan Cabang Utama Surabaya, Bank Commonwealth Beri Fasilitas Banking Lounge ke Nasabah Premier

Bahkan, lebih lanjut Ivan menjelaskan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia turun -0,97%, sedangkan pasar saham Amerika Serikat S&P 500 turun -1,81%.

Dan untuk acuan pasar saham sharia Asia Pasifik, FTSE sharia Asia Pasifik turun -2,11%.

Hal ini menunjukkan, bahwa Indonesia relatif kebal terhadap kemelut perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, karena sebagai negara berkembang, porsi terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah konsumsi dalam negeri.

Selain itu, ketahanan ekonomi Indonesia juga tetap kuat, dengan dijaganya rasio utang luar negeri terhadap PDB.

"Melihat hal tersebut, maka kami masih merekomendasikan reksadana untuk menjadi pilihan pertama untuk investasi khususnya reksadana saham atau reksadana pendapatan tetap tergantung dari profil risiko dan jangka waktu investasi," tutupnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved