203 ASN Pemkab Nganjuk Dimutasi, Terbanyak Dari Guru Capai 152 ASN

Sebanyak 203 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Nganjuk, Jawa Timur dimutasi secara mendadak Bupati Nganjuk.

203 ASN Pemkab Nganjuk Dimutasi, Terbanyak Dari Guru Capai 152 ASN
NET
Ilustrasi ASN. 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Sebanyak 203 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Nganjuk, Jawa Timur dimutasi secara mendadak Bupati Nganjuk.

Terbanyak, mutasi dilakukan untuk ASN tenaga guru yang mencapai 152 orang, dan mutasi lainya dilakukan untuk tenaga kesehatan, dokter, pengawas sekolah, serta lainya.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, mutasi ASN dilingkungan Pemkab Nganjuk merupakan kegiatan biasa. Dimana mutasi ASN semata-mata sebagai upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Nganjuk menjadi lebih baik lagi.

"Kegiatan mutasi ini juga merupakani tuntutan profesi sebagai ASN untuk bekerja lebih baik lagi," kata Mas Novi panggilan akrab Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat kepada Tribunjatim.com, Kamis (12/9/2019) sore.

Disamping itu, menurut Mas Novi, ASN diharapkan dapat menjadi sarana pemersatu bangsa. Yang mana ASN harus bisa memberi pelayanan kepada semuanya tanpa membeda-bedakan siapa yang dilayani. Dengan demikian rasa persatuan selalu terjaga lewat ASN yang bekerja secara profesional.

Pria Bangkalan Ini Gugup Saat Polisi Hentikan Laju Motornya, Langsung Buang Plastik Hitam ke Jalan

Polisi Curigai Remaja Utak-atik Plat Nomor Motor, Saat Dibentak Pelajar SMP Ini Nangis & Minta Maaf

Polisi Masih Selidiki Limbah Berbahaya di Tepi Jalan Tuban, Tunggu Hasil Uji Lingkungan Hidup

Memang, diakui Mas Novi, ditengah kemajuan teknologi sekarang ini berbagai kemudahan bisa didapatkan melalui layanan elektronik seperti media sosial. Baik itu yang sifatnya positip ataupun yang sifatnya negatif.

Oleh karena itu, dikatakan Mas Novi, klo medsos digunakan sifatnya positip akan bisa memperkuat kesatuan bangsa. Namun kalau medsos digunakan untuk hal negatif akan bisa memecah persatuan bangsa.

"Untuk itulah, kami minta ASN Pemkab Nganjuk bisa menjaga persatuan dengan menggunakan medsos secara bijak dan hindari provokasi negatid di medsos," ujar Mas Novi kepada Tribunjatim.com.

Sementara Kepala BKD Kabupaten Nganjuk, Sopingi mengatakan, mutasi dilakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan tentang ASN. Dan mutasi dilakukan dalam rangka pemenuhan manajemen PNS Pemerintah Daerah.

Dalam mutasi kali ini, ungkap, diikuti 203 ASN. Terbanyak mutasi Guru ASN sebanyan 152 orang, disusul perawat 16 orang, tenaga dokter 10 orang, bidan 9 orang, dan lainya.

"Diharapkan bagi ASN yang menempati posisi baru langsung bekerja menjalankan tugasnya sesuai aturan yang ada," tutur Sopingi. (Achmad Amru Muiz/Tribunjatim.com)

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved