Viral Video di FB, Pilkades di Palengaan Pamekasan Ricuh, Dipicu Isu Warga Nyoblos Lebih Sekali

Viral Video di FB, Pilkades di Palengaan Pamekasan Ricuh, Dipicu Isu Warga Nyoblos Lebih Sekali.

Viral Video di FB, Pilkades di Palengaan Pamekasan Ricuh, Dipicu Isu Warga Nyoblos Lebih Sekali
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Hasil screenshot video yang beredar viral terkait kericuhan Pilkades di Desa Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pemakasan, Rabu (11/9/2019) kemarin 

Viral Video di FB, Pilkades di Palengaan Pamekasan Ricuh, Dipicu Isu Warga Nyoblos Lebih Sekali

TRIBUNMADURA.CO, PAMEKASAN - Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Desa Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, sempat ricuh, Rabu (11/9/2019) kemarin.

Proses pilkades sempat dihentikan lantaran tidak kondusif.

Bahkan, pada saat kejadian ada seorang warga diamankan anggota Brimob.

Protes Harga Tembakau, Jaka Jatim dan Ikred Tuntut 5 Hal ini dari Bupati Pamekasan

Cerita Ilham Asal Pamekasan Direkrut AS Roma Jadi Desainer Poster, Bermula dari Hobi Berujung Rezeki

Viral di FB, Pelaku Ambil Motor di Masjid Pamekasan Saat Salat Maghrib, Sempat Sulit Nyalakan Motor

Tak hanya itu, video kericuhan Pilkades di Desa Palengaan Daya juga tersebar di berbagai jejaring media sosial, Facebook, Youtube dan story Whatsapp.

Video berdurasi 23 detik itu kini viral dan dalam video tersebut merekam kericuhan dan ketegangan Pilkades di Desa Palengaan Daya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunJatim.com, pilkades di desa tersebut sempat ricuh lantaran diduga ada pendukung dari salah satu calon Kades yang menggunakan hak suaranya lebih dari satu kali.

Aksinya tersebut sempat diketahui oleh pendukung lainnya.

Kapolsek Palengaan Iptu Bambang Irawan saat dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut mengatakan, bahwa kejadian itu memang benar di Desa Palengaan Daya.

Dan pihaknya juga membenarkan jika pilkades di Desa Palengaan Daya sempat ricuh namun setelah itu berlangsung kondusif kembali.

Kata Iptu Bambang Irawan, kericuhan Itu terjadi lantaran kesalahpahaman atau miskomunikasi antar sesama pendukung calon Kades.

"Berkenaan dengan informasi adanya warga yang nyoblos lebih dari satu kali tersebut tidak benar. Tidak ada apa-apa, di sini kondusif dan sudah selesai. Semua sudah aman," katanya, Kamis (12/9/19).

Iptu Bambang Irawan juga mengaku, saat petugas melakukan pengamanan, semua berlangsung sigap.

"Kami juga melarang masyarakat dan para pendukung calon yang sudah selesai mencoblos masuk ke tempat pemungutan suara (TPS) demi lancarnya pelaksanaan pilkades dan alhamdulillah aman semua," tandasnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved