Hati-Hati! Pengguna Gawai Berdurasi Panjang Beresiko Rusak Saraf Tepi, Gejalanya Kesemutan & Kebas

Hati-Hati! Pengguna Gawai Berdurasi Panjang Beresiko Rusak Saraf Tepi, Gejalanya Kesemutan & Kebas.

Hati-Hati! Pengguna Gawai Berdurasi Panjang Beresiko Rusak Saraf Tepi, Gejalanya Kesemutan & Kebas
SURYA/SRI HANDI LESTARI
(Dari kiri kekanan) Dr Manfaluthy Hakim, Sp S (K), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat bersama Wens Arpandy, Group Brand Manager, P&G Consumer Health Indonesia dan dr Yoska Yasahardja, Medical & Technical Affairs Manager Consumer Health, P&G Health, saat mengenalkan tentang penggunaan gadget dalam waktu lama yang bisa beresiko mengalami kerusakan syaraf tepi atau neuropati 

Hati-Hati! Pengguna Gawai Berdurasi Panjang Beresiko Rusak Saraf Tepi, Gejalanya Kesemutan & Kebas

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Berdasarkan Survei Nasional Penetrasi Pengguna Internet tahun 2018, hampir 64,6 persen dari total 264,16 juta penduduk Indonesia atau sekitar 171,17 juta orang aktif menggunakan internet.

Dari data tersebut, masyarakat Jawa Timur merupakan pengguna internet terbesar ke-3 di Indonesia dari total pengguna, yaitu sebesar 13,5 persen atau sekitar 2,2 juta orang.

Khofifah Ajak Nelayan Banyuwangi Pakai Gadget Pakai GPS, Aplikasi Digital Bisa Deteksi Ikan di Laut

Digitalisasi Sekolah Mulai Diterapkan, Kemendikbud Bakal Beri 2,1 Juta Gadget Sasar Daerah 3 T

Pasar Aksesoris Gadget Semakin Tumbuh, JETE Pilih Investasi Buka Toko Sendiri di WTC Surabaya

Sekitar 93,9 persen dari total pengguna internet, terhubung dengan internet melalui gawai. Secara umum, pengguna internet mengakses informasi lebih dari 8 jam setiap harinya. Penggunaan internet pada gawai berdurasi panjang dapat menyebabkan risiko kerusakan saraf tepi/neuropati.

Oleh karena itu, P&G Health melalui brand Neurobion, menghadirkan solusi total untuk mengatasi neuropati akibat kekurangan vitamin neurotropik (Vit B1, B6, B12).

"Saraf tepi adalah penghubung organ tubuh dengan saraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang dengan seluruh organ tubuh (organ dalam, mata, pendengaran, penghidu, kelenjar keringat, kulit dan otot - otot), karena itu sangat penting untuk dijaga agar tetap berfungsi maksimal dan terhindar dari neuropati atau kerusakan saraf tepi," jelas Wens Arpandy, Group Brand Manager P&G Consumer Health Indonesia, Sabtu (14/9/2019) di Surabaya.

Ketika saraf tepi mengalami kerusakan maka akan muncul gejala-gejala seperti kesemutan, kebas, kram, dan kelemahan otot yang disebut dengan neuropati.

Karena itu, menurut Wens, pihaknya menyadari bahwa saat ini teknologi berperan penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, namun penggunaan dalam jangka waktu lama berisiko menyebabkan kerusakan saraf tepi.

Fakta dari Survey Nasional Penetrasi Pengguna Internet juga sejalan dengan Consumer’s Behaviour and Lifestyle Study yang mengatakan bahwa di Surabaya, 72,1 persen responden aktif menggunakan gawai.

"Dan sekitar 23,8 persen merasakan gejala kerusakan saraf seperti kesemutan, kebas dan kram pada usia 26 – 30 tahun. Oleh karena itu, ancaman neuropati pada pengguna gawai semakin perlu diwaspadai sejak dini," lanjut Wens.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved