Serunya Ratusan Warga Berebut Gunungan Tumpeng di Mojokerto, Berebut Berkah Haul Syech Jumadil Kubro

Serunya Ratusan Warga Berebut Gunungan Tumpeng di Mojokerto, Berebut Berkah Haul Syech Jumadil Kubro.

Serunya Ratusan Warga Berebut Gunungan Tumpeng di Mojokerto, Berebut Berkah Haul Syech Jumadil Kubro
TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Ratusan masyarakat hendak memanjat gunungan hasil sayur mayur di acara Haul Syech Jumadil Kubro,Minggu (15/9/2019) 

Serunya Ratusan Warga Berebut Gunungan Tumpeng di Mojokerto, Berebut Berkah Haul Syech Jumadil Kubro

TRIBUNMOJOKERTO.COM, TROWULAN - Ratusan warga memadati kompleks makam Syech Jamaluddin Al Husain Al Akbar alias Sayyid Hussein Jumadil Kubro atau Syech Jumadil Kubro di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Minggu (15/9/2019).

Warga menanti gunungan tumpeng berisi sayur mayur hasil bumi, jajanan pasar dan nasi kuning. 

Gunungan tersebut diarak mulai dari Pendopo Agung Trowulan menuju halaman Kompleks Makam Troloyo sekitar 1 Kilometer.

Diduga Pecah Ban, Mobil Elf Terperosok Parit di Tol Jombang-Mojokerto, 3 Orang Luka-luka

Pensiunan ASN Dinas Pendapatan Jatim Ini Datangi PDIP, Tertarik Daftar Bacabup Mojokerto

Wakil Bupati Mojokerto Siap Maju di Bacabup Pilkada Mojokerto

Para peserta dengan menggunakan pakaian era kerajaan mengarak gunung yang akan diserahkan ke Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi. 

Belum sampai di tangan Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, gunungan tersebut menjadi rebutan ratusan warga yang sudah menanti.

Bahkan, panitia acara harus bersikap tegas lantaran warga tak sabar ingin mengambil hasil bumi karena ingin mendapatkan berkah dari kakek Sunan Ampel yang merupakan salah satu wali songo tersebut.

Kendati sudah berbuat tegas, ratusan warga tetap berebut gunungan tersebut. Bahkan beberapa masyarakat memanjat gunungan hasil bumi sayur mayur yang tingginya mencapai 2 meter. Usai memanjat gunungan, masyarakat melempar hasil bumi sayur tersebut dan dibagikan kepada masyarakat lainnya.

Suwati, (60), warga setempat, mengaku, ikut berebut gunungan tersebut lantaran ingin mendapat berkah dari Syekh Jumadil Kubro.

"Saya tadi dapat jagung dan sayur mayur. Nanti jagungnya akan saya campur dengan bibit jagung dan ditanam di sawah. Sedangkan sayur mayur akan saya makan sekeluarga dalam nasi tumpeng," ungkapnya, Minggu (15/9/2019).

Sementara itu, Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi mengatakan, Pemkab Mojokerto melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto kembali menggelar Haul Syech Jumadil Kubro.

"Ini merupakan agenda rutin untuk melestarikan dan mengenalkan potensi wisata dan budaya Kabupaten Mojokerto. Mudah mudahan ruwatan hasil bumi yang telah di arak tadi bisa bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya, Minggu (15/9/2019).

Dengan agenda tersebut, lanjut Pungkasiadi, diharapkan Pemkab Mojokerto bisa melestarikan dan mengenalkan potensi wisata dan budaya ke kancah nasional maupun internasional. 

"Ini lantaran, Syekh Jumadil Kubro merupakan kakek dari Sunan Ampel yang artinya peradaban penyebaran agama Islam lebih dulu ada di Majapahit yakni, Mojokerto," imbuhnya.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved