Pedagang Pasar Kembang Kedungdoro Dipindah ke Pasar Kupang, Dewan Sebut Bukan Solusi Terbaik 

Dewan Surabaya mendesak Pemkot untuk memberikan solusi atas nasib para pedagang Pasar Kembang Kedungdoro.

Pedagang Pasar Kembang Kedungdoro Dipindah ke Pasar Kupang, Dewan Sebut Bukan Solusi Terbaik 
SURYA/NURAINI FAIQ
Sebanyak 16 pedagang kembang di Pasar Kembang, Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, mulai 13 September 2019 besok harus enyah dari tempat jualan mereka di bahu Jalan Kedungdoro. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Anggota DPRD Kota Surabaya mendesak Pemerintah Kota Surabaya berikan solusi atas nasib belasan penjual kembang di Jalan Kedungdoro.

Upaya relokasi yang dicanangkan Pemkot Surabaya disebut bukan solusi terbaik.

Sebelumnya, karena dianggap melanggar perda, belasan pedagang kembang yang puluhan tahun melapak di Jalan Kedungdoro akan direlokasi ke Pasar Kupang.

Pedagang Pasar Kembang Kedungdoro Dipindah ke Pasar Kupang Per 13 September, Agar Arus Lalin Lancar

Namun, mereka menolak lantaran menganggap tempat barunya itu tak layak sehingga khawatir akan sepi pembeli.

Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Demokrat-Nasdem, Mochamad Machmud mengatakan, rencana relokasi yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Surabaya kepada belasan pedagang kembang itu dinilainya bukan solusi terbaik.

"Yang saya tahu Pasar Kupang itu tidak ada tempat parkir untuk mobil atau bahkan motor, apalagi yang sering beli itu juga orang-orang bermobil," katanya saat ditemui TribunJatim.com, Senin (16/9/2019).

Pasar Kembang Legendaris Surabaya Direlokasi Pekan Depan, Pedagang Menolak Disebut Bikin Macet

Kata Machmud, selama ini orang telanjur beranggapan sentra pedagang kembang berada di lokasi Jalan Kedungdoro hingga ke Pasar Kembang.

"Sekarang itu mau dimasukkan ke dalam itu hilang nanti," tambah Machmud.

Menurut Machmud, seharusnya Pemerintah Kota Surabaya merelokasi belasan penjual kembang itu ke Pasar Kembang yang tak jauh dari lokasi.

Halaman
12
Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved