Land Cliring Proyek Kilang GRR Tuban Dimulai, Pemkab: Bisa Pakai Warga Sekitar

Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein kepada wartawan sesuai memberikan pengarahan kepada calon pekerjaan land cliring di BLKI, Selasa (17/9/2019).

Land Cliring Proyek Kilang GRR Tuban Dimulai, Pemkab:  Bisa Pakai Warga Sekitar
M Sudarsono/Surya
Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein saat memberikan tanggapan terkait pengerjaan land cliring, Selasa (19/9/2019) 

 
TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Proyek pembangunan kilang minyak Grass Root Refinery (GRR) telah dimulai pengerjaan land cliring.

Setidaknya, pembukaan lahan perusahaan yang melibatkan Pertamina-Rosneft ini sudah dilakukan dua tahap.

Tahap pertama sudah berakhir Maret lalu, dengan menyerap tenaga kerja 111 orang untuk land cliring dua hektare lahan.

Kini tahap dua sedang dalam progres pengerjaan, rencananya 324 hektare lahan milik KLHK akan dikerjakan 139 orang.

"Kita harap pengerjaan land cliring ini tetap mengupayakan warga sekitar," kata Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein kepada wartawan sesuai memberikan pengarahan kepada calon pekerjaan land cliring di BLKI, Selasa (17/9/2019).

Menurutnya tak ada alasan untuk tidak mempekerjakan warga sekitar dalam proses land cliring.

Karena diketahui, pekerjaaan ini juga tidak begitu membutuhkan skill lebih sehingga bisa dikerjakan masyarakat setempat.

Mbah Pani di Pati Jalani Ritual Topo Pendem yang ke-9, Dikubur di Rumahnya seperti Jenazah

Coba Gondol Sapi, Maling di Sampang Todongkan Celurit Minta Diantar Keluar Dusun

Terlebih pekerjaannya juga semacam membuat batas lokasi, dalam bentuk pagar dan lain-lain yang dibutuhkan. Seperti membuat landasan helipad juga di tahap awal.

"Saya kira warga sekitar perlu diutamakan, dan laporannya juga begitu, karena pekerjaan ini tidak membutuhkan skill lebih," katanya kepada TribunJatim.com.

Sekadar diketahui, pembangunan kilang minyak ini membutuhkan lahan sekitar 841 hektare, rinciannya lahan KLHK 348 hektare, dan lahan warga 493 hektare, meliputi Desa Wadung, Sumurgeneng, dan Kaliuntu, Kecamatan Jenu.

Sebelumnya kilang akan ditempatkan di Desa Remen dan Mentoso membutuhkan lahan 548 hektare, rinciannya lahan KLHK 348 hektare, dan lahan warga sekitar 200 hektare lebih, namun pembebasan lahan yang tak kunjung selesai sehingga proyek dipindahkan di tiga Desa tetangga.(nok/Tribunjatim.com)

Penulis: M Sudarsono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved