Breaking News:

Olahraga Elektronik di Era Digital, 'eSports' Disebut Pengamat Harus Sejalan dengan Hakikat Olahraga

eSports atau olahraga elektronik lahir di era disrupsi yang penuh teknologi ini. Menurut pengamat, esports harus sejalan dengan hakikat olahraga.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Arie Noer Rachmawati
SURYA/SYLVIANITA WIDYAWATI
Wakil Rektor III Universitas Negeri Malang/Dosen Fakultas Ilmu Keolahraga, Dr Muarifin MPd. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - eSports atau olahraga elektronik lahir di era disrupsi yang penuh teknologi ini.

Wakil Rektor III Universitas Negeri Malang/Dosen Fakultas Ilmu Keolahraga, Dr Muarifin MPd mengatakan, Sport itu hakikatnya adalah moving, bergerak.

"Jangan hanya nanti E yang masuk, tapi tidak bergerak. Maka hal itu akan menyalahi hakiki sport karena tidak ada gerak. Kalau kita bergerak, maka otot-otot besar akan muncul, keluar keringat dengan energi-energi tertentu dalam mencapai tujuan tertentu," katanya.

Sekolah Bina Bangsa Malang Bikin Ekskul eSports, Siswa Dilatih Strategi Game Mobile Legends dan PUBG

"Silakan e-Sport apa saja, tapi jangan hanya diam dan tidak mendapatkan apa-apa karena hanya jari-jarinya yang bergerak. Tidak bagian tubuh lainnya. Jika kebanyakan diam, yang akan terjadi malah pengecilan otot. Dalam olahraga tak sekedar untuk sehat, tapi ada nuansa-nuansa lainnya," sambungnya.

Sebab menurutnya, seperti nuansa psikologi karena melatih mental, ada nuansa sosial karena berinteraksi dengan orang lain.

Juga ada nuansa kerjasama, empati, saling menghormati, menghargai dll.

Muarifin menyebut dimensi di olahraga sangat luas. Seperti medali penting, tapi kejujuran lebih penting.

Jika eSports bisa sebagaimana sport reguler, maka akan menjadi alat pendidikan yang baik.

Cerita Mahasiswa Malang Raup Penghasilan Rp 7 Juta Sebulan Berkat eSports, dari Dota Berujung Rupiah

"Sport akan baik dilakukan jika dengan jiwa sportifnya," terangnya.

Saat ini eSports sudah masuk cabor eksebisi di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) ke 16 yang akan dilaksanakan di Jakarta. 

Ini sebagai upaya mengenalkan.

Jika ada peminatnya, nanti mungkin bisa tampil sebagai cabor yang dipertandingkan. 

Jika tidak ada peminatnya, mungkin ya tidak ada lagi di Pomnas.

"Saya menyambut baik jika eSports sudah jadi kegiatan eskul di sekolah. Tapi menjadi tugas berat bagi para guru agar bisa mengemas eSports tidak menyalahi hakikat moving. Sebab tujuan olahraga adalah multidimensi. Yaitu sosial, mental, spiritual dll diharapkan tetap ada di eSports," tutupnya. (Surya/Sylvianita Widyawati)

Tak Hanya Sedia Produk IT, Level 99 IT Store Juga Fokus Pada eSports, Bidik Generasi Muda Surabaya

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved