Polisi Bongkar Pengedar Sabu Jaringan Lapas Porong, Bermula Saat Curigai Pasutri dan Pelaku Ditembak

Polrestabes Surabaya menangkap dua pengedar sabu seberat 4,7 kg, Adi Wiyono (37) dan Nunuk (28).

Polisi Bongkar Pengedar Sabu Jaringan Lapas Porong, Bermula Saat Curigai Pasutri dan Pelaku Ditembak
SURYA.CO.ID/WILLY ABRAHAM
Adi Wiyono dan Nunuk, dua pengedar sabu 4,7 kg yang rencananya akan diedarkan di Surabaya kini ditangkap Polisi di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (17/9/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Polrestabes Surabaya menangkap dua pengedar sabu seberat 4,7 kg, Adi Wiyono (37) dan Nunuk (28). Mereka berdua ditangkap di Sidoarjo, Sabtu (14/9/2019).

"Mereka bukan pasangan suami istri ya, hanya rekan kerja," ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (17/9/2019).

Kasus ini sudah didalami Polrestabes Surabaya selama dua bulan. Akhirnya, pergerakan dua pengedar ini tercium petugas. Polisi mendapati barang berupa sabu dari Jakarta tiba di Sidoarjo melalui jalur darat.

Nah, barang berupa sabu itu diambil oleh Adi Wiyono, Jum'at (13/9/2019) pukul 17.00 wib di kantor perusahaan ekspedisi Jalan KH Achmad Khosim, Buduran Sidoarjo.

Korps Bhayangkara langsung mengamankan Adi terlebih dahulu di rumahnya, Sabtu (14/9/2019) pukul 04.00 wib.

Polrestabes Surabaya Tangkap Dua Pengedar Narkoba di Perbatasan Kota, Bawa Sabu 4 Kg dalam Tas Hitam

Hari Kelima Operasi Patuh Semeru 2019, Polrestabes Surabaya Jaring Ribuan Pelanggar

Dia ditembak karena mencoba melawan. Kemudian, mengaku bahwa sabu itu telah dibawa oleh Nunuk.

Nunuk diamankan saat duduk-duduk. Tas ransel hitam berisi sabu itu langsung diamankan.

Sabu seberat 4,7 kg yang sudah dibungkus plastik dikemas menjadi 20 plastik kecil maupun besar. Polisi juga mengamankan ATM dan rekening serta buku transaksi sabu milik pelaku. Diketahui, dua pengedar sabu dikendalikan dari Lapas Porong, Sidoarjo.

Wanita yang juga berasal dari Sidoarjo ini mengendarai motor Honda Scoopy matic M 3203 GM membawa sabu. Motor warna putih dengan stiker Hello Kitty ini digunakan ya untuk mengambil sabu dari Adi Wiyono kemudian diedarkan.

"Peran Nunuk sebagai mengambil barang, menyimpan dan mengantar barang dengan menunggu perintah dari Bara melalui telepon. Peran Adi sebagai kurir atau kaki tangan dari Nunuk," terang Sandi.

Diketahui, Bara merupakan seorang narapidana di Lapas Porong, Sidoarjo. Dia mengendalikan Adi dan Nunuk di balik jeruji besi.

Kini, Nunuk dan Adi harus menanggung perbuatannya mengedarkan sabu di Surabaya. Keduanya dijerat dengan pasal 114 ayat 2 subs Pasal 112 ayat 2 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved