Tindakan Melanggar Lalu Lintas Disebut Dishub Jadi Pemicu Utama Kecelakaan di Kota Surabaya

Nampaknya, kesadaran warga Kota Surabaya terhadap aturan lalu lintas masih rendah.

Tindakan Melanggar Lalu Lintas Disebut Dishub Jadi Pemicu Utama Kecelakaan di Kota Surabaya
TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Kepala Dishub Surabaya, Irvan Wahyudrajad saat ditemui usai menggelar konferensi pers, Selasa (17/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Nampaknya, kesadaran warga Kota Surabaya terhadap aturan lalu lintas masih rendah.

Sebab, menurut Dishub Surabaya, kecelakaan yang terjadi di Surabaya selalu diawali oleh pelanggaran lalu lintas.

Hal itu dikatakan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad saat menggelar konferensi pers di bagian Humas Pemkot Surabaya.

"Di Surabaya 99 persen kecelakaan itu karena human error," kata Irvan, dihadapan awak media, Selasa (17/9/2019).

Seusai Diperkenalkan, Diogo Campos Langsung Datang ke Latihan Persebaya Surabaya

Terbukti Pembalakan Liar hingga Palsukan Dokumen, Bos Pabrik Kayu Surabaya Dituntut 6 Tahun Penjara

Menurut Irvan, banyak pengendara di Kota Surabaya yang masih kerap melakukan pelanggaran lalu lintas.

Pelanggaran itu, kata Irvan, seperti berkendara melawan arus, tak patuh rambu lalu lintas hingga banyaknya pengendara yang parkir di trotoar.

Padahal, kata Irvan, pihaknya bersama pihak kepolisian kerap melakukan operasi penindakan untuk menekan angka pelanggaran berkendara di Kota Surabaya.

Namun, banyak pengendara yang tetap melanggar terutama pada saat petugas tengah istirahat atau di jam-jam tertentu.

"Masih ada mainset bahwa, mungkin karena tidak ada petugas kepolisian dishub itu bisa melanggar," ungkap Irvan.

Irvan mengungkapkan, dari data yang didapat dari pihak Polrestabes Surabaya, selama kurun waktu Januari hingga Agustus 2019 telah terjadi sebanyak 882 jumlah laka.

Dengan rincian, jumlah korban meninggal 100 orang, luka berat 134 dan luka ringan sebanyak 934.

"Kita banyak melihat pelanggaran yang sebenarnya tidak perlu terjadi," tutup Irvan.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved