Masuki Pertanian 4.0, Mas Novi Ingatkan Minimnya Minat Generasi Millenial Geluti Sektor Pertanian

Ancaman ketersediaan sumber daya manusia (SDM), dinilai menjadi salah satu ancaman perkembangan sektor usaha pertanian.

Masuki Pertanian 4.0, Mas Novi Ingatkan Minimnya Minat Generasi Millenial Geluti Sektor Pertanian
SURYA.CO.ID/ACHMAD AMRU MUIZ
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat saat meninjau stan pameran dalam peringatan hari Krida Pertanian Kabupaten Nganjuk, Rabu (18/9/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Ancaman ketersediaan sumber daya manusia (SDM), dinilai menjadi salah satu ancaman perkembangan sektor usaha pertanian.

Hal ini setelah minimnya minat generasi millenial untuk terjun di sektor usaha pertanian di Kabupaten Nganjuk.

"Kami saat ini terus berupaya dan mengharap generasi Millenial tertarik untuk terjun ke sektor Pertanian. Ini dikarenakan salah satu faktor persoaaln sektor Pertanian di Kabupaten Nganjuk adalah ketersediaan SDM baru dan berkualitas untuk mendukung perkembangan usaha tani," kata Novi Rahman Hidhayat, Bupati Nganjuk ditengah acara Peringatan Hari Krida Pertanian ke 47 di Kabupaten Nganjuk, Rabu (18/9/2019).

Pemkab Nganjuk Siap Kembangkan Sektor Pertanian Bagian Selatan dengan Membangun Bendungan Margopatut

Dijelaskan Mas Novi, panggilan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat, Pemkab Nganjuk melalui OPD terkait saat ini terus melakukan upaya mengajak generasi millenial untuk terjun ke sektor usaha pertanian.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan memberikan sosialisasi kalau usaha bidang pertanian memiliki potensi dan peluang cukup besar.

Dan generasi millenial tidak selalu berharap untuk bisa bekerja di sektor Industri atau di suatu perusahaan saja.

"Paradigma dari generasi millenial kalau bekerja di sektor industri atau perusahaan lebih menjanjikan harus bisa dikikis sedikit demi sedikit dan diarahkan untuk berminat terjun ke sektor Pertanian. Dan itu yang akan kami lakukan agar sektor Pertanian di Kabupaten Nganjuk terus berkembang," ucap Mas Novi.

66 Investor Berencana Tanamkan Investasi ke Kabupaten Nganjuk, Nominalnya Capai Rp 7 Triliun

Selain itu, dikatakan Mas Novi, pihaknya berharap dengan adanya inovasi baru yang ditemukan oleh P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya) Kabupaten Nganjuk untuk disosialisasikan dan pelatihan kepada petani.

Dimana petani diberikan pengertian dan pemahaman kalau hasil panen bisa tetap bagus atau lebih baik lagi tanpa harus menggunakan bahan kimia berlebihan.

Para petani sudah waktunya menggunakan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan dan memahami pemanfaatan mesin untuk efektifitas dan efisiensi biaya produksi pertanian.

"Langkah itu seiring dengan peningkatan kualitas petani millenial dan infrastruktur pertanian menuju era industri pertanian 4.0," tandas Mas Novi.

UPDATE Kecelakaan Maut Toyota Innova Vs Bus Mira di Nganjuk, Korban Tewas Diduga Terpengaruh Alkohol

Sementara itu, salah satu anggota P4S Kabupaten Nganjuk, Santoso mengatakan, umumnya kendala yang dihadapinya sebagai petugas P4S yakni adanya SDM petani di Kabupaten Nganjuk yang lumayan sulit untuk dirubah dan beralih menggunakan pupuk organik.

“Maka dari itu, kami mengharap dengan adanya dorongan dari Bapak Bupati akan bisa memotivasi petugas di lapangan untuk menjalankan tugas tersebut,

Apa yang disampikan Bapak Bupati kalau P4S sebagai ujung tombak jalan masuk pada lini-lini petani yang ada di bawah gunanya untuk merubah mindset petani itu yang akan kami laksanakan," tutur Santoso.

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved