Emosi Eks Kabid Olahraga Pasuruan Dijebloskan Bui Terjerat Mark Up APBD, 'Nyanyi' Disuruh Pimpinan

Emosi Eks Kabid Olahraga Pasuruan Dijebloskan Bui Terjerat Mark Up APBD, 'Nyanyi' Disuruh Pimpinan

Emosi Eks Kabid Olahraga Pasuruan Dijebloskan Bui Terjerat Mark Up APBD, 'Nyanyi' Disuruh Pimpinan
SURYA/GALIH LINTARTIKA
LW kerudung hitam didampingi pengacaranya saat dibawa penyidik Kejari Kabupaten Pasuruan masuk ke dalam mobil tahanan 

Emosi Eks Kabid Olahraga Pasuruan Dijebloskan Bui Terjerat Mark Up APBD, 'Nyanyi' Disuruh Pimpinan

TRIBUNPASURUAN.COM, PASURUAN - Tanggal 19 - 9 - 2019, menjadi tanggal cantik bagi sebagian orang.

Tapi, bagi Lilik Wijayanti (LW) tanggal ini menjadi tanggal keramat. Kenapa ? Karena, per hari ini, LW dijebloskan penjara atas kasus dugaan penyalahgunaan APBD 2017 yang diduga kuat melibatkannya.

Mantan Kabid Olahraga di Dispora ini menjadi tersangka karena diduga kuat terlibat aktif dalam mark up anggaran tahun 2017.

Naik Bus dari Jombang ke Pasuruan Sendiri, Remaja 15 Tahun Dirudapaksa Pencari Penumpang Terminal

Ratusan Anak di Pasuruan Dapatkan Beasiswa Pendidikan

21 Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Fraksi PKB dan Golkar Tak Hadir, Rapat Paripurna Terpantau Sepi

LW membuat negara mengalami kerugian sekitar Rp 918 juta. Kini, ia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.

LW dijebloskan penjara sekira pukul 16.30. itu setelah, LW diperiksa sejak siang hari oleh penyidik Kejari Kabupaten Pasuruan.

LW dibawa mobil Nissan Elavia warna hitam menuju Rutan Bangil. Kini, ia menjadi tahanan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tersangka mengenakan baju warna hitam. Sebagian wajahnya tertutup cadar. Matanya tampak sembab. Secara kasat mata, LW tampak sedih setelah harus menelan pil pahit. Ia didampingi dua pengacaranya masuk ke dalam mobil kejaksaan sebelum dibawa ke rutan.

Kepada awak media, LW tak banyak memberikan statemen. Saat dibawa menuju mobil tahanan, LW bernyanyi. Ia menyebut bahwa dirinya selama ini hanya disuruh, tidak menikmatinya. Ia berdalih hanya menjalankan tugasnya sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Saya hanya disuruh saja. Saya tidak menikmatinya. Yang suruh pimpinan saya pak. Munip itu bajingan," teriak dia.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved