Jaksa Menyidik Kasus Kapal Floating Crane PT DPS, Periksa Ahli Pidana yang Diminta Tersangka

Jaksa Menyidik Kasus Kapal Floating Crane PT DPS, Periksa Ahli Pidana yang Diminta Tersangka.

Jaksa Menyidik Kasus Kapal Floating Crane PT DPS, Periksa Ahli Pidana yang Diminta Tersangka
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT TORIK
Richard Marpaung selaku Kasiepenkum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur 

Jaksa Menyidik Kasus Kapal Floating Crane PT DPS, Periksa Ahli Pidana yang Diminta Tersangka

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Penyidikan kasus dugaan korupsi pembelian kapal floating crane yang menjerat PT DPS kembali digelar.

Kini penyidik Kejati Jatim mendatangkan ahli dari pihak tersangka Andri Siwu

Menurut Kasi Penkum Kejati Jatim Richard Marpaung, ahli tersebut merupakan permintaan dari pihak tersangka. 

"Jadwalnya sih hari ini ahli meringankan dari Andri Siwu datang untuk kami mintai keterangannya yang memang diminta oleh tersangka," ujarnya, Kamis, (19/9/2019). 

Hakim Tipikor Perintahkan Jaksa Jemput Paksa Dirut dan Dirut Keuangan PT DPS

Terlibat Kasus Korupsi Pengadaan Kapal, Sales Representatif Rekanan PT DPS Ditahan Kejati Jatim

Kejati Jatim Periksa Belasan Saksi Dari Komisaris PT DPS dan Appraisal di Gedung Bundar Kejagung

Richard belum dapat memastikan ahli ini dari mana namun yang pasti kapasitasnya sebagai ahli pidana. Dimana nanti akan dimasukkan ke dalam berkas pemeriksaan. 

"Dari mananya itu saya belum memeriksa karena memang direncanakan hari ini pemeriksaan,"  tambah Richard.

Dalam kasus ini Andri Siwu dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Junto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor Junto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Kasus ini terjadi pada 2015, PT DPS mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp200 miliar.

Dari jumlah itu, Rp100 miliar diantaranya digunakan untuk membeli kapal floating crane. Dalam pengadaan kapal ini adalah PT A&C Trading Network.

Meski alokasi anggarannya sebesar Rp100 miliar, namun harga kapal sendiri dibeli seharga Rp 63 miliar. 

Kapal floating crane yang dibeli, berasal dari Rusia. Sayangnya, kapal tersebut bukan kapal baru. Melainkan kapal bekas buatan tahun 1973. Ketika kapal itu dibawa ke Indonesia, ternyata tenggelam di laut China. 

Dengan begitu, negara tidak mendapat kemanfaatan dari pembelian kapal tersebut. Perkara ini juga menyeret mantan Direktur Utama PT DPS, Riry Syeried Jetta sebagai terdakwa. Direktur Utama A&C Trading Network Antonius Aris Saputra juga sudah divonis 16 tahun penjara oleh majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved