Santri Ponpes Ash Shomadiyah Tuban Gelar Salat Istisqa, Minta Turun Hujan Saat Musim Kemarau Panjang

Fenomena musim kemarau panjang yang terjadi hingga sekarang membuat Santri di Ponpes Ash Shomadiyah Tuban, menggelar salat Istisqa atau meminta hujan.

Santri Ponpes Ash Shomadiyah Tuban Gelar Salat Istisqa, Minta Turun Hujan Saat Musim Kemarau Panjang
SURYA.CO.ID/M SUDARSONO
Santri Ash Shomadiyah menggelar salat Istisqa meminta hujan saat kemarau panjang berlangsung, Kamis (19/9/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Fenomena musim kemarau panjang yang terjadi hingga sekarang membuat Santri di Ponpes Ash Shomadiyah Tuban, menggelar salat Istisqa atau meminta hujan.

Selama tiga bulan ini, wilayah Tuban mengalami krisis air berkepanjangan.

Sebelum menjalankan salat, seluruh santri dan siswa yang mengenyam pendidikan di Ponpes Ash Shomadiyah diberikan pemahaman, kaifiyah atau tata cara melakukan salat.

Khotib salat Istisqa, Moh. Syaifullah dalam khotbahnya mengatakan, salat ini adalah untuk meminta hujan kepada Allah.

Hal ini merupakan salah satu wasilah umat, untuk meminta hujan segera turun saat musim kemarau panjang melanda.

"Kita meminta hujan kepada Allah, melalui salat Istisqa ini, semoga kekeringan segera berakhir," ujarnya saat memberikan ceramah, Kamis (19/9/2019).

Dua Kali Ada Gempa di Perairan Tuban, BMKG Sebut Karena Subduksi Lempeng Eurasia & Indo-Australia

FAKTA BARU Gempa di Perairan Tuban, Daerah Terdampak Lombok Hingga Bandung, Tapi Tak Potensi Tsunami

Dia menjelaskan, selain kekeringan yang tak kalah pentingnya yaitu kondisi kebakaran lahan hutan yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia juga patut menjadi perhatian.

Dengan demikian, diharapkan bisa memancing empati para santri untuk selalu mendoakan yang terbaik demi kebaikan bangsa Indonesia.

"Kita mengajak generasi muda untuk selalu mendoakan bangsa, agar kita terbebas dari bencana dan mara bahaya yang terjadi di negara kita. Semoga Allah mengabulkan ikhtiar kita semua," pungkasnya.

Berdasarkan data terakhir yang dihimpun dari BPBD Tuban Selasa (3/9/2019), ada sekitar ada 20 Desa di 8 Kecamatan yang mengalami kemarau panjang.

Penulis: M Sudarsono
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved