Teatrikal Perobekan Bendera di Hotal Yamato, Risma: Merah-Putih Menyatu dalam Tulang Arek Suroboyo

Suasana Jalan Tunjungan Surabaya mencekam pagi itu, Kamis (19/9/2019), tepatnya di depan Hotel Yamato.

Teatrikal Perobekan Bendera di Hotal Yamato, Risma: Merah-Putih Menyatu dalam Tulang Arek Suroboyo
TRIBUNJATIM.COM/NURUL AINI
Adegan pengibaran bendera merah putih setelah dirobek bagian birunya dalam refleksi peristiwa perobekan bendera di Hotel Yamato (sekarang Majapahit), Kamis (14/9/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Suasana Jalan Tunjungan Surabaya mencekam pagi itu, Kamis (19/9/2019), tepatnya di depan Hotel Yamato.

Arek-arek Suroboyo yang mengenakan pakaian putih, tengah berhadapan dengan para penjajah yang menodongkan pistol di wajah mereka.

Meski begitu, mereka tak gentar, dan justru melawan balik hingga terjadi pertikaian.

Arek-arek Suroboyo pun berhasil melewati penjagaan penjajah, lalu memanjat gedung Hotel Yamato menggunakan tiga tangga bambu.

Tangga digunakan bergantian, digotong terus ke atas, hingga mereka berhasil berada di bawah bendera yang sudah lama membuat panas mata mereka, bendera Belanda.

Kusno Wibisono berhasil merobek bagian biru bendera tersebut, membiarkan warna merah dan putihnya berkibar.

TeatrikaL bertajuk 'Surabaya Merah Putih' ini digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, untuk memperingati insiden perobekan bendera Belanda (merah-putih-biru), yang terjadi pada 19 September 1945 silam di Hotel Yamato (sekarang Hotel Majapahit).

Kabar Terbaru Alfitra Salam yang Nangis Diminta Rp 5 M oleh Menpora, Punya Peran Penting di Pilpres

Rio Febrian Menangis Saat Pemakaman Ibunya, Terkenang Kesederhanaannya

The Virgin Dikabarkan Bubar hingga Ada Masalah dengan Dara, Mita Beberkan Faktanya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melalui pidatonya mengobarkan semangat yang berapi-api.

Tampil mengenakan pakaian serba hijau ala pejuang, Risma mengajak generasi penerus, terutama anak-anak muda untuk tidak berhenti menghargai jasa pahlawan yang membuat bangsa dan kota ini merdeka dari penjajah.

Caranya dengan terus berjuang untuk menggapai cita-cita.

Halaman
123
Penulis: Delya Octovie
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved