20 Peserta DSC|X Lolos Regional Selection di Surabaya dan Yogyakarta

Wismilak Foundation telah menyelenggarakan Regional Selection di Surabaya pada 14 September 2019 dan Yogyakarta pada 17 September 2019.

20 Peserta DSC|X Lolos Regional Selection di Surabaya dan Yogyakarta
Istimewa
Roadshow DSC|X di Yogyakarta yang diikuti para wirausahawan muda yang berpeluang untuk tampil di ajang nasional yang digelar di Jakarta pada Juli mendatang. 

TRIBUNJATIM.CO, SURABAYA - Perhelatan akbar kompetisi kewirausahaan DSC|X ke-10 tahun 2019 yang digagas oleh Wismilak Foundation telah menyelenggarakan Regional Selection di Surabaya pada 14 September 2019 dan Yogyakarta pada 17 September 2019.

Hasilnya, Dewan Juri Diplomat Success Challenge (DSC|X) telah memilih masing-masing 10 peserta yang lolos seleksi tersebut.

Sebanyak 10 peserta yang lolos Regional Selection di Surabaya adalah Tama Lobster, REXIC, PARERA, Kirinyuh Center, Digital Lontar Nusantara, Weedo.id, IniTempe, Kuy.id, Apel Celup, dan Letsplay.id.

Sedangkan 10 peserta yang lolos Regional Selection di Yogyakarta adalah Sweet Sundae, LaRisso, SPD Speedometer, Kerang Sang Raja, Astrobike, Hollicious, Bear Wang Apparel, Tekat Indonesia, Beehive Agriculture, dan Asdosku.

Menurut Andina Paramitha selaku juri DSC|X untuk Regional Selection Surabaya, semua proposal peserta tergolong bagus.

VIDEO: Menikmati Sensasi Perawatan Kulit dengan Royal Spa Buah Pepaya di Mercure Hotel Surabaya

“Mereka sangat antusias dengan menjelaskan ide-idenya secara detail mulai dari menjelaskan suatu problem beserta solusinya hanya dengan waktu 5 menit,” kata Andina yang juga CEO Ngalup.co (Coworking Space), dalam rilis yang diterima Jumat (20/9/2019).

Bagi dia, proposal Tama Lobster dan REXIC sangat menarik. Tama Lobster ingin mengembangkan satu lahan besar untuk lebih banyak membudidayakan lobster karena tingginya permintaan, salah satunya dari Tiongkok. Mereka juga bermitra dengan beberapa pembudidaya lobster lainnya.

Sementara, REXIC mengumpulkan sampah-sampah organik dari hotel, rumah makan, dan lain-lain untuk diolah dan ditata secara vertikal, sehingga menghasilkan ulet. “Ulet-ulet tersebut dibudidayakan sebagai pangan ikan lele,” ujarnya.

Secara terpisah, Agra Locita selaku juri DSC|X untuk Regional Selection Yogyakarta, mengatakan, acaranya seru dan menarik karena peserta antusias menunggu sampai pengumuman 10 peserta terbaik.

Menurut Agra yang sehari-hari bekerja sebagai manajer Dagadu Djokdja, salah satu peserta yang menarik dari 10 peserta terbaik adalah SPD Speedometer. Sebab, belum banyak yang membuat dan mereka sudah punya teknologinya.

Halaman
123
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved