Ada 2 Mobil Tak Lulus Uji Emisi Gas Buang di Mojokerto, Dishub Minta Mesinnya Diperiksa di Bengkel

Ada 2 Mobil Tak Lulus Uji Emisi Gas Buang di Mojokerto, Dishub Minta Mesinnya Diperiksa di Bengkel.

Ada 2 Mobil Tak Lulus Uji Emisi Gas Buang di Mojokerto, Dishub Minta Mesinnya Diperiksa di Bengkel
TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Petugas Dishub Kota Mojokerto memeriksa data kendaraan roda empat untuk diuji emisi gas buang, Jumat (20/9/2019) 

Ada 2 Mobil Tak Lulus Uji Emisi Gas Buang di Mojokerto, Dishub Minta Mesinnya Diperiksa di Bengkel

TRIBUNMOJOKERTO.COM, MOJOKERTO - Puluhan kendaraan roda empat yang melewati kantor Dishub Kota Mojokerto di Jalan By Pass Mojokerto dari arah Jombang menuju Surabaya dihentikan sejumlah petugas, Jumat (20/9/2019).

Kendaraan tersebut dilakukan uji emisi gas buang oleh petugas secara acak.

Dalam pengujian yang dilakukan ke dalam ruang pengecekan, dua kendaraan dinyatakan tidak lulus uji emisi gas buang dari dua puluh kendaraan yang dilakukan uji emisi gas buang.

Warga Kota Mojokerto Keluhkan Lampu Peringatan Tertutup Ranting Pohon, Bisa Bahayakan Pengguna Jalan

Ada Kebocoran LPG, Rumah Kakek di Mojokerto Ludes Terbakar, Warga Dengar Teriak Tolong Saat Ada Api

Kandang Ayam di Mojokerto Ludes Terbakar, Ribuan Ayam Ikut Terpanggang, Diduga Selang Elpiji Bocor

Kabid Angkutan Sarana dan Prasarana Dishub Kota Mojokerto, Agustuti Rosyid mengatakan, uji emisi gas buang kendaraan bermotor tersebut rutin digelar Dishub Kota Mojokerto.

"Tujuannya untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor, ini merupakan tahap terakhir dan gratis," ungkapnya, Jumat (20/9/2019). 

Masih kata Agustuti, bagi dua kendaraan yang dinyatakan tidak lulus uji emisi, direkomendasikan segera diperiksakan mesinnya ke bengkel. Sedangkan sisanya yang lulus uji emisi dipasang stiker.

"Untuk ketentuan ambang batas emisi gas buang kendaraan, untuk bensin maksimal CO 4,5 persen dan HC 1200 ppm untuk kategori kurang dari 2007. Lebih dari 2007, CO 1,5 persen dan HC 200 ppm. Diesel maksimal 70 persen, 40 persen dan 50 persen, di atas itu iya harus ada rekomendasi," jelasnya. 

Agustuti menjelaskan, uji emisi gas buang kendaraan bermotor menggunakan alat smart tester dan tes analisa dengan sasaran 50 kendaraan setiap digelar uji emisi gas buang kendaraan bermotor.

Terutama, kendaraan penumpang karena untuk kendaraan penumpang wajib uji emisi kendaraan bermotor tiap enam bulan sekali. 

"Sebelumnya, tahap awal yang tidak lulus 5 persen, tahap kedua 7 persen dan tahap terakhir ini masih berlangsung karena sasarannya 50 kendaraan. Alhamdulillah gas buang kendaraan bermotor kita sudah bagus, kalau banyak yang tidak lulus maka dipastikan akan berdampak ke lingkungan dan kesehatan," tegasnya.

Dampak ke kesehatan, seperti kabut asap yang terjadi di Kalimantan Timur (Kaltim). Yakni bisa menyebabkan ISPA dan kanker paru-paru. Sementara terkait kondisi udara di Kota mojokerto, Agustuti menambahkan, jika yang menangani yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved