Kuasa Hukum LW Ajukan Penangguhan Penahanan ke Kejari Pasuruan

kuasa hukum LW, tersangka kasus dugaan korupsi APBD tahun 2017 senilai Rp 918 juta, Elisa mengaku akan mengirimkan surat penangguhan Penahanan

Kuasa Hukum LW Ajukan Penangguhan Penahanan ke Kejari Pasuruan
(Surya/Galih Lintartika)
LW Mantan Kepala Bidang (Kabid) olahraga di Dispora Pasuruan di tahan di Rutan Bangil 

 TRIBUNJATIM.CO, PASURUAN - Salah satu kuasa hukum LW, tersangka kasus dugaan korupsi APBD tahun 2017 senilai Rp 918 juta, Elisa mengaku akan mengirimkan surat penangguhan Penahanan untuk kliennya.

LW dijebloskan penjara atas kasus dugaan penyalahgunaan APBD tahun 2017 yang diduga kuat melibatkannya, Kamis (19/9/2019) sore.

Mantan Kepala Bidang (Kabid) olahraga di Dispora Kabupaten Pasuruan ini menjadi tersangka karena diduga kuat terlibat aktif dalam kongkalikong Mark up anggaran tahun 2017.

LW membuat negara mengalami kerugian sekitar Rp 918 juta. Kini, ia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Ya ini sementara kami terima dulu, klien kami ditahan. Nanti, kami tim kuasa hukum akan menyusun rencana untuk mengajukan permohonan penangguhan penahanan," katanya kepada Tribunjatim.com.

Ia menyampaikan, pengajuan penangguhan penahanan ini dilakukan dengan pertimbangan banyak hal. Terutama, kesehatan yang bersangkutan. LW depresi dan kesehatannya terus menurun.

Mantan Kabid Dispora Pasuruan Ditahan, LW Mulai Ikuti Senam di Rutan Bangil

Dipicu Korsleting Listrik, Rumah di Tuban Terbakar, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta

Detik-detik Rambut Palsu Lucinta Luna Lepas di Pesbukers, Raffi Ahmad Tertawa, Masa Sih Gue Laki?

"Klien kami terlihat sangat shock. Dia sakit, makanya kami akan tangguhkan. Semisal diizinkan , kami akan mengikutinya sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku," urainya kepada Tribunjatim.com.

Sekali lagi, Elisa menegaskan dalam hal ini kliennya ini hanya korban. Ia menerangkan, LW ini hanya mengikuti arahan dan petunjuk pimpinan. Ia pun juga menuding bahwa yang selama ini permainan adalah PPTK dan bendahara, tanpa melaluinya.

"Intinya, klien saya ini sebagai bawahan manut dan patuh atas perintah pimpinan. Jadi , tak ada unsur apapun di sana. Dia juga tidak menikmatinya," jelasnyakepada Tribunjatim.com.

Ia mengaku akan menempuh langkah hukum lainnya. Termasuk pihak - pihak yang juga wajib mempertanggung jawabkan perbuatan ini. Ia menyebut, kliennya bukan hanya satu - satunya tersangka.

"Harus ada tersangka lain. Yang salah bukan klien saya, tapi orang lainnya, dan ini merugikan klien saya. Kejaksaan harus berani mengungkap tersangka lainnya," urainya.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Pasuruan Denny Saputra menanggapi rencana pengiriman surat penangguhan penahanan LW dengan santai.

"Kami akan mempertimbangkan penangguhan ini. Tapi itu nanti menunggu prosesnya lebih lanjut," pungkas dia.(lih/Tribunjatim.com).

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved