Pengadilan Agama Kota Kediri Canangkan Zona Integritas

Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dicanangkan di halaman Kantor Pengadilan Agama

Pengadilan Agama Kota Kediri Canangkan Zona Integritas
(Surya/Didik Mashudi)
Pencanangan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi di halaman Kantor Pengadilan Agama Kota Kediri, Jumat (20/9/2019). 

 TRIBUNJATIM.CO, KEDIRI - Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dicanangkan di halaman Kantor Pengadilan Agama (PA) Kota Kediri Kelas 1B, Jumat (20/9/2019).

Ketua Pengadilan Agama Kota Kediri Kelas 1B, Zainal Arifin mengatakan, zona integritas ini untuk mewujudkan kawasan yang bersih, transparan dan bebas dari praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme.

Sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sangat maksimal. Untuk mewujudkannya, Pengadilan Agama telah melakukan beberapa upaya.

Diantaranya, pelayanan terpadu satu pintu, program One Day Minute dan One Day Publish, serta aplikasi pengadilan elektronik (e-Court).

“e-Court adalah layanan bagi pengguna terdaftar untuk pendaftaran perkara secara online. Selain itu juga mendapatkan taksiran panjar biaya perkara secara online dan pembayaran secara online. Pemanggilan dilakukan dengan saluran elektronik juga," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

2 Kali Gempa di Perairan Tuban, BPBD: Tuban Aman, Jangan Percaya Hoax

BREAKING NEWS, Mayat Bayi dan Ibunya Ditemukan di Lahan Kosong di Pepe Legi waru Sidoarjo

Terlihat Adem Ayem, Wendy Cagur Mengaku Pernah Pasrah saat Ayu Natasya Sang Istri Minta Cerai

Sementara Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar memberikan apresiasi pencanangan zona integritas di Pengadilan Agama Kota Kediri Kelas 1B. Pencanangan ini juga membuat semakin banyak zona integritas di Kota Kediri.

“Nanti tahun 2020 Insya Allah akan ada 10 sampai 20 seperti ini di Kota Kediri. Ini merupakan suatu keharusan bagi kita sebagai pelayan masyarakat. Karena masyarakat kita punya ekspektasi tinggi terhadap pelayanan pemerintah di Indonesia,” ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Dijelaskan, zona integritas merupakan langkah yang tepat untuk menjawab ekspektasi masyarakat yang tinggi terhadap pelayanan pemerintah. Apalagi saat ini tengah berlangsung era disruption dimana perubahan banyak terjadi. Salah satunya, keterbukaan publik yang luar biasa.

“Sekarang masyarakat kita kalau tidak puas dengan pelayanan yang kita berikan complainnya tidak hanya ke kita tapi langsung ke sosial media. Sekarang seperti itu yang terjadi. Zona integritas bagi saya adalah zona nyaman baru bagi kita. Mau tidak mau kita harus lakukan perubahan untuk menghadapi ini integrity harus didahulukan,” jelasnya.

Diungkapkan, zona integritas ini akan lebih baik lagi bila didukung dengan sistem. Jadi tidak ada human error yang terjadi.

Diprediksi setahun lagi akan banyak orang milenial yang kritis karena hidup berdampingan dengan teknologi.

"Di Kota Kediri ini hampir terjadi. Tentu kita harus bekolaborasi untuk memberikan pelayanan terbaik. Terpenting kita harus terus menciptakan terobosan baru,” pungkasnya.(dim/Tribunjatim.com).

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved