Tangis Haru Eks Napiter Trenggalek Bebas Murni dari Lapas, Cium Tangan Ibu, Diantar Polisi ke Rumah

Tangis Haru Eks Napiter Trenggalek Bebas Murni dari Lapas, Cium Tangan Ibu, Diantar Polisi ke Rumah.

Tangis Haru Eks Napiter Trenggalek Bebas Murni dari Lapas, Cium Tangan Ibu, Diantar Polisi ke Rumah
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Galih ketika sungkem kepada sang ibu sebelum pulang ke rumahnya di Kecamatan Panggul, Jumat (21/9/2019). 

Tangis Haru Eks Napiter Trenggalek Bebas Murni dari Lapas, Cium Tangan Ibu, Diantar Polisi ke Rumah

TRIBUNTRENGGALEK.COM, TRENGGALEK - Suasana seketika haru ketika Galih Aji Satria bertemu dengan orang tuanya di Mapolres Trenggalek, Jumat (20/9/2019).

Napi teroris (napiter) yang hari ini bebas murni tersebut tak kuasa menahan tangis. Ia langsung sungkem dan mencium tangan ibu dan bapaknya.

Sambut World Cleanup Day, Pemkab Trenggalek Gelar Aksi Resik-Resik Sungai dari Sampah Plastik

Tiga Desa Potensi Kekeringan di Trenggalek Dapat Bantuan Sumur Bor, Akan Muncul Sumber Air Baru

Pelabuhan Nusantara Prigi Trenggalek Masih Proses Pembebasan Lahan, Ditarget 2020 Bisa Beroperasi

Galih tiba di Mapolres setelah menempuh perjalanan beberapa jam dari Lapas Klas IIB Lamongan.

Setelah pertemuan di kantor itu, Galih dan keluarga pulang ke rumahnya di Kecamatan Panggul. Ia diantar antara lain oleh perwakilan Lapas, pemerintahan, anggota polisi, dan anggota Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP).

Raut wajah Galih tampak sumringah dalam pertemuan keluarga itu. Ia tak henti-hentinya tersenyum. Seusai pertemuan itu, ia langsung melanjutkan perjalanan naik mobil menuju rumahnya.

Hariyanto, Humas Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP), yayasan perkumpulan kombatan dan mantan napiter yang sudah mengikrarkan diri cinta negara, beryukur atas bebasnya Galih.

YLP, kata dia, rutin berkomunikasi dengan Galih selama di Lapas hingga ia bebas.

"Yayasan Lingkar Perdamaian tidak ingin teman-teman kami yang termasuk mantan napiter kembali ke sana [kelompok radikal] lagi," kata Hariyanto.

Ia yakin, Galih -- yang kembali ke masyarakat -- akan menjadi lebih baik. Ke depannya, YLP juga akan terus berkomunikasi dengan Galih setelah kepulangannya.

"Karena Mas Galih sudah masuk ke YLP, kami akan terus saling membina demi menjaga kesatuan dan kembali lagi ke NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)," ujarnya.

Sekadar untuk diketahui, Galih mendapat Justice Collabolator hingga akhirnya bebas dari tahanan. Sebelumnya, ia divonis tujuh tahun dan berpindah-pindah dari Lapas Porong ke Lapas Lamongan.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved