AESBI Dukung Upaya Kementan dalam Mengembangkan Kawasan Buah yang Berorientasi Ekspor

Asosiasi Eksportir Sayuran dan Buah Indonesia (AESBI) menyatakan dukungan terkait upaya pemerintah (Kementan) dalam mengembangkan kawasan buah ekspor.

AESBI Dukung Upaya Kementan dalam Mengembangkan Kawasan Buah yang Berorientasi Ekspor
ISTIMEWA
(kiri) Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian, Liferdi Lukman sebut Kementan melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura tengah kembangkan kawasan buah tropis berorientasi ekspor. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - mengingat besarnya pangsa pasar ekspor buah-buahan tropis asal Indonesia, Asosiasi Eksportir Sayuran dan Buah Indonesia (AESBI) menyatakan dukungan terkait upaya pemerintah (Kementan) dalam mengembangkan kawasan buah berorientasi ekspor.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Asosiasi Eksportir Sayuran dan Buah Indonesia (AESBI), Sandy Widjaja.

"Kita tahu Tiongkok, dengan 1,3 Milyar penduduknya masih sangat terbuka luas pasarnya. Mereka gemar sekali buah-buahan tropis, sementara kita sekarang baru bisa masukin Manggis, Salak dan Pisang sedangkan untuk durian masih banyak dipasok dari Thailand dan Malaysia," kata Sandy, Minggu (22/9/2019).

Soal Impor Buah Subtropis, Dirjen Hortikultura Imbau Masyarakat Indonesia Gemar Makan Buah-Buahan

Menjawab Tantangan Pasar Global, Kementan Matangkan Grand Design Hortikultura Periode 2020-2024

Dikatakannya, bahwa pemerintah sudah saatnya bangun kawasan buah ekspor dalam skala luas.

Dalam membangun kawasan buah ekspor dalam skala luas kuncinya harus terpenuhi 3K, yaitu Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas.

"Faktor kuantitas sangat penting untuk kita bisa dorong protokol ekspor buah tropis kita," ujar Sandy.

Menurut Sandy, untuk membangun kawasan buah ekspor skala luas diperlukan dukungan berbagai pihak.

Harus ada insentif khusus agar harga jualnya menguntungkan petani.

Sistem distribusi dan teknologi pascapanen pengangkutan penting diperhatikan karena buah-buahan pada dasarnya komoditas yang mudah rusak.

"Untuk itu konsep pengembangan buah korporasi yang didesain Ditjen Hortikultura Kementan sangat relevan menjawab tantangan ekspor tersebut," tambahnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved