Kartu Mandiri Untuk Petani Prasejahtera di Nganjuk Terus Direalisasikan

Program kartu mandiri bagi petani prasejahtera dengan lahan garapan di bawah 2 ribu meter persegi terus di galakkan Pemkab Nganjuk

Kartu Mandiri Untuk Petani Prasejahtera di Nganjuk Terus Direalisasikan
achmad amru/ surya
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat saat berdialog dengan petani di stan pameran produk hasil pertanian di Kabupaten Nganjuk. 

 TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Program kartu mandiri bagi petani prasejahtera dengan lahan garapan di bawah 2 ribu meter persegi terus di galakkan Pemkab Nganjuk. Hal itu terus direalisasi dengan jumlah petani penerima kartu mandiri terus ditambah hingga batasan 3.000 penerima.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, awal pembagian kartu mandiri untuk sekitar 1.700 petani. Jumlah tersebut ditambah menjadi 2.700 petani hingga akhir tahun ini. Dan tahun depan jumlah penerima bisa mencapai 3.000 petani penerima kartu mandiri.

"Setelah jumlah capai 3.000 penerima kartu mandiri maka akan dievaluasi. Bila ada petani yang dinilai sudah mampu maka akan dilepas atau bantuan dihentikan dan dialihkan kepada petani lain yang menunggu giliran dapat bantuan,," kata Novi Rahmam Hidhayat kepada Tribunjatim.com, Minggu (22/9/2019).

Dijelaskan Mas Novi, panggilan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat, kartu mandiri yang dibagikan kepada petani prasejahtera berisi berbagai program bantuan dari Pemkab Nganjuk.

Dimana bantuan yang diberikan mulai dari bantuan bibit atau benih tanaman pertanian, bantuan pembelian BBM untuk diesel air, bantuan biaya budidaya tanaman pertanian, biaya panen, dan sebagainya.

"Yang jelas, kartu tani tersebut akan meringankan beban biaya produksi pertanian bagi petani kurang mampu," ucap Mas Novi kepada Tribunjatim.com.

PKB Menilai Kenaikan Cukai Rokok Sebesar 23 Persen Terlalu Tinggi

Sudah Beristri, PNS Madura Kencani Bidan, Ketahuan Istrinya Saat Lagi Ada di Kamar Hotel, Selingkuh?

Diogo Campos Bertekad untuk Kembali Memberikan Kemanangan Bagi Persebaya Saat Hadapi Bali United

Memang, diakui Mas Novi, problem dari petani yang ada dibawah garis kemiskinan di Kabupaten Nganjuk pada umumnya karena kesulitan permodalan. Bahkan, tidak jarang petani tersebut harus pinjam modal dengan bunga yang sebenarnya cukup memberatkan

Oleh karena itu, tambah Mas Novi, menyadari akan persoalan tersebut pihaknya meluncurkan program kartu tani mandiri bagi petani prasekahtera.

Harapanya, petani prasejahtera di Kabupaten Nganjuk bisa meningkat taraf hidupnya menjadi lebih baik. Disamping itu, bila petani tidak banyak beban maka mereka akan lebih tenang dalam bercocok tanam.

"Bila sudah begitu, hasil panen pertanianya diharap juga melimpah setelah dikerjakan dengan tenang oleh petani," tutur Mas Novi kepada Tribunjatim.com.

Sementara sebelumnya Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Judi Ernanto mengatakan, berbagai bantuan kepada petani di Kabupaten Nganjuk terus diberikan Pemkab Nganjuk.

Selain bantuan melalui program kartu mandiri, juga diberikan sejumlah Alat-alat pertanian. Hal itu dimaksudkan untuk meringankan beban petani terutama dalam memasuki era Pertanian 4.0.

"Jadi bantuan alat pertanian terus kami berikan melalui kelompok tani masing-masing agar petani tidak lagi terbebani biaya operasional yang tinggi," tutur Judi Ernanto kepada Tribunjatim.com. (Achmad Amru Muiz/Tribunjatim.com)

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved