Terinspirasi dari Penderita Albino, Alumnus Universitas Surabaya Desain Fashion untuk Musim Dingin

Terinpirasi dari penderita albino, alumnus Universitas Surabaya Nia Krisanti (22) merancang pakaian musim dingin.

Terinspirasi dari Penderita Albino, Alumnus Universitas Surabaya Desain Fashion untuk Musim Dingin
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Terinpirasi dari penderita albino, alumnus Universitas Surabaya Nia Krisanti (22) merancang pakaian musim dingin. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Terinpirasi dari penderita albino, alumnus Universitas Surabaya Nia Krisanti (22) merancang pakaian musim dingin.

Koleksi lima pakaian musim dingin (Fall Winter) tersebut dinamainya Human Being.

Lima karya milik gadis asal Sidoarjo itu didominasi warna putih seperti inspirasinya dari penderia Oculocutaneous Albinism (Albino) yang mengalami kekurangan pigmen.

"Menurut saya, albino itu ketidak sempurnaan yang ada tapi unik dan istimewa. Mereka juga bisa bebas bergaya, jadi saya buat looks yang juga bisa digunakan untuk penderita albino," kata Nia Krisanti, Sabtu (21/9/2019).

Mahasiswa Ubaya Rancang 180 Looks Fall Winter 2019 Ready to Wear

Pengalaman Mahasiswi Jerman Nulis Aksara Jawa di Ubaya Summer Program, Tantangan Tapi Bikin Senang

Pada koleksinya, Krisanti mendesain busana lengan panjang dengan material berbahan fleece yang cocok digunakan untuk musim dingin dan berangin.

Selama proses perancangan desain selama satu setengah bulan, Nia memfokuskan pada warna dan bentuk iris mata penderita Oculocutaneous Albinism yang menjadi ciri khas motif koleksinya.

Model busana karya Nia, berkonsep ready to wear, lengan panjang berwarna putih dan abu-abu bermotif hitam dan merah.

"Motif iris mata saya buat untuk motif busana, lebih unik. Saya terapkan segi warna dari albino dan penggambaran iris mata untuk motif memainkan desain," kata dia.

Krisanti mengatakan desain ini dapat dipakai masyarakat lokal karena telah disesuaikan dengan iklim yang ada di Indonesia.

"Tidak terlalu tebal dan tidak terlalu full menutup badan dan pengaplikasikan motif sesuai baju," kata Alumnus mahasiswa Studi Desain Fashion dan Produk Lifestyle, Fakultas Industri Kreatif Ubaya.

Kedepannya, Nia ingin desain yang dibuatnya dapat diterima masyarakat sebagai menilai keunikan tersendiri dari Albino.

"Maunya si koleksi ini semua orang bisa pakai, tidak hanya orang tertentu. Memang inspirasinya albino, jadi saya ingin orang tau albino bukan hal yang kurang sempurna tapi bagus," tutup Nia.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved