Nasdem Minta Penanganan Kasus Jasmas Tidak Tebang Pilih

Partai Nasdem Minta Penanganan Kasus korupsi Jasmas Tidak Tebang Pilih

Nasdem Minta Penanganan Kasus Jasmas Tidak Tebang Pilih
Ilustrasi korupsi 

Nasdem Minta Penanganan Kasus Jasmas Tidak Tebang Pilih

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Politisi Partai Nasdem Imam Syafii mendesak Kejari Tanjung Perak Surabaya tidak tebang pilih dalam penuntasan dugaan korupsi dana Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) 2016.

Bahkan anggota DPRD Surabaya periode 2019-2024 ini bahkan penuntasan kasus tersebut adalah Jasmas Jilid II.

"Mudah-mudahan Kejaksaan tidak tebang pilih. Misalkan begini, kesannya kasus tersebut yang salah adalah legislatif. Apakah eksekutif tidak ada yang terlibat?. Itu yang harus dituntaskan," terang Imam, Senin (23/9/2019).

Ia menyatakan, produk Jasmas tidak hanya digarap dewan sendirian.

Menurut dia program Jasmas ini sebenarnya baik.

Hingga jangan sampai kemudian karena bermasalah akhirnya malah di-stop distribusinya ke masyarakat.

"Kalau memang Kejaksaan dilibatkan sejak awal tidak masalah. Kan mereka biasa melakukan supervisi bareng dengan pemkot," lanjutnya.

Kasus Jasmas kembali menghangat. Itu setelah mantan Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji dipanggil oleh Kejaksaan Negeri Tanjung Perak. Armuji dipanggil sebagai saksi terkait kasus Jaring Aspirasi (Jasmas) tahun 2016.

"Salah satu orang yang kami panggil yaitu saudara Armuji, hari ini dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka-tersangka yang kami tetapkan sebelumnya," kata Kasi Pidsus Kejari Perak Dimaz Atmadi kepada wartawan, Kamis (19/9/2019).

Sebelum itu pihak kejaksaan telah menetapkan enam orang tersangka dalam perkara ini. Mereka adalah anggota DPRD Kota Surabaya periode 2014 - 2019, yaitu Syaiful Aidy dari Partai Amanat Nasional (PAN), Dini Rijanti dan Ratih Retnowati, keduanya dari Partai Demokrat, Binti Rochmah dari Partai Golongan Rakyat (Golkar), Sugito dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), serta Aden Dharmawan dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Keenamnya dinyatakan terlibat dugaan korupsi dana Jasmas Pemerintah Kota Surabaya tahun 2016 dari ratusan proposal yang dikoordinasi oleh seorang pengusaha Agus Setiawan Tjong.

Agus Setiawan Tjong, yang pada 31 Juli lalu telah divonis enam tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya. Agus mengoordinasi sedikitnya 230 proposal dana Jasmas 2016 dari berbagai RT se-Surabaya.

Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved