Polsek Suruh Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Pegelolaan Instalasi Pamsimas di Desa Gamping

Polsek Suruh, Kabupaten Trenggalek tengah menyelidiki dugaan penyelewengan dana pengelolaan instalasi Penyediaan Air Minum dan Sanitasi

Polsek Suruh Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Pegelolaan Instalasi Pamsimas di Desa Gamping
istimewa
Demo warga Desa Gamping, Kecamatan Suruh, di Mapolsek Suruh, Senin (23/9/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Polsek Suruh, Kabupaten Trenggalek  tengah menyelidiki dugaan penyelewengan dana pengelolaan instalasi Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Gamping.

Kapolsek Suruh AKP Wardjito mengatakan, pihaknya mengundang bendaraha Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (KP SPAM) yang mengelola instalasi Pamsimas di desa itu untuk dimintai keterangan, Senin (23/9/2019).

“Apa yang telah dilakukan? Karena itu dilakukan di kawasan hutan, apakah ada izinnya? Penggunaan listriknya apakah sudah mengajukan ke PLN, dan lain sebagainya,” kata Kapolsek, saat ditanya materi yang akan ditanyakan kepada bendahara tersebut.

Temuan polisi sementara, lanjut dia, ada penyelewengan dana dari hasil iuran warga dalam pengelolaan insatalasi itu. Indikasinya, nilai riil yang dikeluarkan untuk operasional dan nilai yang tertera pada pembukuan tidak sama.

“Ada selisih,” sambung Wardjito kepada Tribunjatim.com, tanpa menyebutkan nominal selisih yang dimaksud.

Vespa GTS Super Tech 300 Resmi Mengaspal, Usung Teknologi Terkini, Cek Tampilan dan Harganya!

Demo Polsek Suruh, Warga Desa Gamping Trenggalek Tak Mau Instalasi Pamsimas Ditutup

Pria Bojonegoro Selalu Minta Antar Istri ke TKP Saat Curi Motor di Lamongan, Terkapar Didor Polisi

Saat ini, pihaknya masih mengumpulkan data-data terkait dugaan tersebut. Rencananya, dugaan kasus tersebut akan dilimpahkan ke Polres Trenggalek.

Sekadar untuk diketahui, program Pamsimas di Desa Gamping berlangsung pada 2017. Instalasi tersebut baru bisa digunakan untuk mengairi rumah-rumah warga mulai pertengahan 2018.

Warga sepakat untuk membayar iuran berdasarkan debit air yang dipakai. Dana yang dikumpul digunakan untuk biaya operasional, mulai dari perawatan, pembayaran listrik untuk pompa, dan sejenisnya. (aflahul abidin/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved