Tersangka Jalan Gubeng Surabaya Ambles Akan Disidangkan, Humas PN Akui Belum Terima Pelimpahan

Tidak lama lagi enam tersangka kasus amblesnya Jalan Gubeng akan disidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Tersangka Jalan Gubeng Surabaya Ambles Akan Disidangkan, Humas PN Akui Belum Terima Pelimpahan
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Dampak penghentian sementara pengurukan lubang galian areal barang bukti pengerjaan basement Rumah Sakit Siloam Surabaya dikhawatirkan dapat menimbulkan keretakan kembali, Senin (21/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tidak lama lagi enam tersangka kasus amblesnya Jalan Gubeng akan disidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Hal ini diketahui setelah Kejati Jatim menyatakan berkasnya telah dilimpahkan.

Sehingga, kini kejaksaan menyusun dakwaan bagi enam tersangka yang telah ditetapkan. "Hanya merampungkan surat dakwaan. Karena semua sudah lengkap," kata Kepala Kejati Jatim, Sunarta.

Kendati demikian, Humas PN Surabaya, Sigit Sutriono mengaku hingga kini pihaknya belum menerima berkas apapun atas kasus tersebut. Bila sudah dilimpahkan, tinggal menunjuk majelis hakim dan panitera yang akan menangani kasus ini. 

Proses Tahap II, Berkas Kasus Amblesnya Jalan Gubeng Dilimpahkan Ke PN Surabaya

Perkembangan Amblesnya Jalan Gubeng Surabaya, Kejati Tunggu Pelimpahan Tersangka dan BB

"PN menunggu, namun biasanya bila sudah dua pekan sudah bisa sidang. Tapi kami belum menerima berkas," akuinya, Senin, (23/9/2019).

Keenam tersangka tidak ditahan. Alasannya, ancaman hukumannya dibawah lima tahun. Selain itu, mereka selama ini dianggap kooperatif. 

Penyidik sebelumnya menetapkan enam tersangka dalam kasus ini. Mereka dianggap lalai hingga jalan tersebut ambles pada Desember 2018 lalu. Keenam tersangka itu antara lain berinisial BD, RW, AP, RH, LAH dan AKEY. Mereka merupakan rekanan yang mengerjakan proyek tersebut. 

Keenam tersangka disangka Pasal 192 ayat 2 KUHP dan Pasal 63 ayat 1 Undang-undang Nomor 38 tahun 2004 tentang jalan jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. Mereka dianggap lalai saat pengerjaan proyek basement RS Siloam sehingga menyebabkan jalan ambles dan mengganggu lalu lintas. 

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved