Polres Trenggalek Tak Temukan Dugaan Pidana Pengelolaan Instalasi Pamsimas

Polres Trenggalek tak menemukan adanya dugaan tindak pidana dari pengelolaan instalasi Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat Pamsimas

Polres Trenggalek Tak Temukan Dugaan Pidana Pengelolaan Instalasi Pamsimas
istimewa
Demo warga Desa Gamping, Kecamatan Suruh, di Mapolsek Suruh, Senin (23/9/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Polres Trenggalek tak menemukan adanya dugaan tindak pidana dari pengelolaan instalasi Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Gamping, Kecamatan Suruh.

Kesimpulan itu diambil setelah Satreskrim Polres Trenggalek melakukan gelar perkara kasus tersebut, Selasa (24/9/2019). Hasil itu sekaligus menjawab kekhawatiran warga terkait penggunaan sumber air dari instalasi Pamsimas di desa itu.

“Potensi untuk kemungkinan ada dugaan atau pidana yang muncul daripada masalah itu, kami belum melihat ada ke arah sana,” kata Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak kepada Tribunjatim.com.

Meski begitu, tak menutup kemungkinan polisi akan kembali mendalami perkembangan kasus apabila ada informasi-informasi terbaru.

Soal aksi demo warga di Polsek Suruh sehari sebelumnya, Calvijn menyebut, aksi itu merupakan gerakan spontan warga yang ingin menyampaikan aspirasi terkait pemantaatan air dari instalasi Pamsimas.

Pada hari yang sama, polres mengundang berbagai pihak yang berkaitan dengan masalah itu. Mereka yang hadir, yakni perwakilan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup, Perum Perhutani, dan warga Desa Gamping.

BREAKING NEWS - Kericuhan Suporter Warnai Akhir Babak Pertama Arema FC Vs PSS Sleman

Demo Polsek Suruh, Warga Desa Gamping Trenggalek Tak Mau Instalasi Pamsimas Ditutup

Geruduk Grahadi, HMI Cabang Surabaya Tuntut Pimpinan KPK Berapor Merah Mundur

“Saya butuh semua pihak ini supaya bisa satu ritme dalam menangani suatu masalah – tidak terkotak-kota. Apalagi instalasi ini sudah dimanfaatkan warga Desa Samping,” ujar AKBP Jean Calvijn Simanjuntak kepada Tribunjatim.com.

Pengelolaan air dari instalasi Pamsimas, kata dia, sudah menjadi kesepakatan antara berbagai pihak. Dengan catatan, warga harus mengelola dan memelihara aset da barang-barang pada instalasi itu.

Wakil Administratur Kepala Sub Kesatuan Pemangku Hutan (KSKPH) Kediri Selatan, Andi Iswindarto, mengatakan, sumber air yang digunakan untuk instalasi Pamsimas berada di wilayah hutan.

Namun, pihak pengelola tak pernah mengajukan izin secara resmi untuk semua penggunaan sumber dan pembangunan instalasi.

“Setelah ini, dalam waktu dekat, akan diurus perizinannya oleh pemkab,” kata Andi, usai mengikuti pertemuan.

Ada sekitar 40 instalasi Pamsimas di Kabupaten Trenggalek. Mayoritas berada di wilayah hutan di Trenggalek. Nantinya, izin yang akan diurus berupa kerja sama nonkomersil. (Aflahul abidin/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved