Bank Commonwealth Dukung Pemerintah Meningkatkan Indeks Literasi Asuransi Indonesia Melalui Digital

Bank Commonwealth menyatakan dukungan kepada pemerintah terkait dalam meningkatkan indeks literasi asuransi Indonesia dengan teknologi digital.

Bank Commonwealth Dukung Pemerintah Meningkatkan Indeks Literasi Asuransi Indonesia Melalui Digital
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Karyawan Bank Commonwealth saat menjelaskan progam Aplikasi SmartBanca kepada nasabah, terkait layanan jasa asuransi. Rabu (25/9/2019) di Bank Commonwealth Jalan Panglima Sudirman Kota Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bank Commonwealth menyatakan dukungan kepada pemerintah terkait dalam meningkatkan indeks literasi asuransi Indonesia dengan teknologi digital. yaitu dengan aplikasi SmartBanca.

Ivan Jaya selaku Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth menjelaskan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat indeks literasi asuransi Indonesia mengalami penurunan menjadi 15,896 di tahun 2016 dari sebelumnya 17,9% di tahun 2013.

"Berkaca dari hal itu dan sekaligus untuk mendukung peningkatan indeks literasi asuransi Indonesia maka Bank Commonwealth mengembangkan aplikasi SmartBanca yang didukung teknologi digital, untuk memberikan advis asuransi kepada nasabah sesuai dengan kebutuhan mereka," kata Ivan, Rabu (25/9/2019) di Bank Commonwealth Jalan Panglima Sudirman Kota Surabaya.

Bank Commonwealth Sebut Pentingnya Digitalisasi Bancassurance untuk Tingkatkan Literasi Asuransi

Ini Alasan Bank Commonwealth Tetap Merekomendasikan Reksadana Saham Sebagai Pilihan Investasi

Dikatakannya, dalam Strategi Nasional literasi Keuangan Indonesia (Revisit 2017) yang dikeluarkan OJK disebutkan bahwa pengetahuan masyarakat terhadap produk dan layanan jasa asuransi masih rendah.

Hal ini terlihat dari menurunnya indeks literasi asuransi Indonesia dari 17,996 menjadi 15,8 persen dan rendahnya pemanfaatan produk dan layanan jasa asuransi.

"Adanya data terkait rendahnya pemanfaatan jasa asuransi ini sangat disayangkan, karena Indonesia memiliki penduduk berjumlah 264 juta yang di dalamnya ada 79,5 juta penduduk generasi milenial berusia di antara 17-35 tahun, namun berdasarkan data CB Insights di awal 2019, penetrasi asuransi di Indonesia paling rendah di dunia yakni kurang dari 2 persen," ujarnya.

Untuk itu, lebih lanjut Ivan menerangkan, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin canggih, maka Bank Commonwealth menggandeng New Wealth sebagai partner dalam mengembangkan aplikasi modern yaitu SmartBanca.

Dimana, nantinya SmartBanca dapat berfungsi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa asuransi, sekaligus memberikan solusi atas kebutuhan keuangan nasabah di masa depan.

Ivan juga mengatakan, dengan di terapkannya SmartBanca dapat mendorong penumbuhan bisnis Bancassurance Bank Commonwealth.

"Tercatat, sepanjang Januari hingga Agustus 2019, bisnis Bancassurance mengalami kenaikan sekitar 10% khususnya dari produk Regular Premium. Kontribusi Bancassurance terhadap bisnis fee-based income pun cukup besar yakni sekitar 20 persen," tutup Ivan.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved