Kebakaran Hutan Gunung Semeru Masih Belum Padam, 2 Titik Api di Watupecah dan Ayek-Ayek Masih Nyala

Kebakaran hutan di Gunung Semeru masih belum berhasil dipadamkan. Hingga kini, dua titik api terpantau masih menyala.

Kebakaran Hutan Gunung Semeru Masih Belum Padam, 2 Titik Api di Watupecah dan Ayek-Ayek Masih Nyala
ISTIMEWA
Petugas pemadam kebakaran di Gunung Semeru, September 2019. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kebakaran hutan di Gunung Semeru masih belum berhasil dipadamkan. Hingga kini, dua titik api terpantau masih menyala di kawasan Ayek-ayek dan Watupecah .

Plh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Gunung Semeru Wilayah III l, Khaerul Soleh menuturkan petugas berhasil memadamkan tiga titik api dari sebelumnya lima titik. Titik api itu tersebar di Ayek-ayek, Watupecah dan Ungup-ungup.

“Titik api yang masih tersisa berada di Watupecah dan Ayek-ayek,” ujar Khaerul, Rabu (25/9/2019).

Ia menjelaskan proses pemadaman masih terkendala medan berbukit serta kondisi angin yang cukup kencang. Selain itu, keberadaan sumber air juga relatif jauh yakni 3 kilometer dari titik api.

“Sumber air berada di Ranu Kumbolo,” imbuhnya.

Kebakaran Hutan Gunung Semeru Berhasil Dipadamkan, Ada Dua Titik Api yang Masih Berpotensi Menyala

Luas Kebakaran Hutan di Gunung Semeru Bertambah Jadi 20 Hektar, Jalur Pendakian Masih Ditutup

Khaerul mengatakan ada 47 petugas gabungan yang terlibat dalam aktivitas pemadaman api. Mereka menggunakan jet shooter, parang dan sabit untuk menjinakkan api.

Hingga kini kata Khaerul, luas hutan yang berhasil dipadamkan sejumlah 30 hektar. Sementara lahan yang masih terbakar masih dalam penghitungan.

“Sejauh ini yang sudah padam 30 hektar. Penambahan hari ini belum tahu,” pungkasnya.

Kebakaran hutan di Gunung Semeru terjadi sejak 17 September lalu. Awalnya, api membakar hutan di kawasan Kalimati, Arcopodo dan Kelik. Pihak Balai Besar TNBTS kemudian memutuskan menutup total jalur pendakian menuju gunung tertinggi di pulau Jawa itu. Hingga kini, belum pasti kapan jalur pendakian bakal kembali dibuka. 

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved