Indeks Ketahanan Daerah Kota Kediri Masuk Kategori Sedang

Kota Kediri sudah diverifikasi dalam penilaian kota tangguh dan kapasitas penanggulangan bencana daerah.

Indeks Ketahanan Daerah Kota Kediri Masuk Kategori Sedang
(Surya/Didik Mashudi)
Pemaparan hasil verifikasi dalam penilaian Kota Kediri sebagai kota tangguh dan kapasitas penanggulangan bencana daerah di Ruang Kilisuci, Jumat (27/9/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kota Kediri sudah diverifikasi dalam penilaian kota tangguh dan kapasitas penanggulangan bencana daerah. Hasil penilaian dipaparkan di hadapan Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah di Ruang Kilisuci, Jumat (27/9/2019).

Sedangkan hasil penilaian kota tangguh, Kota Kediri mendapat skor 106 dari total skor 141 pada pengukuran scorecard dengan standar internasional menggunakan 10 langkah mendasar.

Sementara untuk pengukuran Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Kota Kediri berhasil meraih skor 0,51 yang masuk dalam kategori sedang. Pengukuran IKD ini menggunakan 7 prioritas, dimana pada 3 prioritas Kota Kediri masih mendapat nilai rendah.

Ketiga prioritas itu pengembangan sistem pemulihan bencana, pengkajian resiko dan perencanaan terpadu, serta perkuatan kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana.

Dari prioritas yang masih mendapat nilai rendah tersebut telah diberikan rekomendasi untuk menyusun program rencana aksi kota tangguh dan tindak lanjut.

Empat Pemuda di Kediri Digerebek Satpol PP Saat Asyik Pesta Miras

Bersilaturahmi Melalui Musik, Maher Zain Akan Sapa Penggemarnya di Kota Surabaya

Polisi Tangkap Begal Lumajang, Beraksi di 20 Lokasi

Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah mengatakan, semua OPD di Pemerintah Kota Kediri diharapkan bersinergi untuk mewujudkan kota tangguh.

“Banyak hal-hal yang harus dilakukan oleh Kota Kediri untuk kota tangguh. Dari OPD ternyata harus menyisihkan anggarannya karena selama ini yang kita pahami BPBD ini aman-aman saja,” ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Diharapkan Kota Kediri dapat menjadi kota tangguh serta mendukung 100 persen.

"Semoga hasil kerja tim ini bisa benar-benar membantu mewujudkan Kota Kediri menjadi Kota Tangguh,” harap Lilik Muhibbah.

Sementara Direktur Pengurangan Risiko Bencana BNPB Raditya Jati mengatakan, kota atau kabupaten harus tangguh.

Program kota tangguh ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan mendorong komitmen pemerintah daerah dan nasional untuk menjadikan pengurangan risiko dan pembangunan ketangguhan bencana serta perubahan iklim sebagai investasi.

“Urusan kebencanaan ini tidak hanya menjadi urusan BPBD saja. Namun kita harus menyadari kebencanaan ini menjadi urusan berbagai pihak,” ungkapnya.(dim/Tribunjatim.com)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved