Bertemu Mantan PM Australia, Khofifah Tawarkan Investasi Public Transport Surabaya Megapolitan

Khofifah menawarkan Australia untuk ikut membangun koneksitas public transport di kawasan Gerbangkertasusila atau Surabaya Megapolitan.

SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Mantan Perdana Menteri Australia, H E Malcolm Turnbull berkunjung ke Gedung Negara Grahadi Surabaya dan bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Jumat (27/9/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengupayakan untuk peningkatan kerja sama dengan negara Australia yang sudah berjalan selama 30 tahun.

Mantan Perdana Menteri Australia, H E Malcolm Turnbull berkunjung ke Gedung Negara Grahadi Surabaya dan bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Jumat (27/9/2019).

Keduanya saling menjajaki untuk mempererat hubungan kerja sama yang saling menguntungkan. Terutama di bidang ekonomi dan infrastruktur.

Disampaikan Khofifah Indar Parawansa, saat ini Jawa Timur sudah memiliki hubungan kerja sama dengan salah satu provinsi di Australia, yaitu Australia Barat.

Jatim Kirim Sejuta Masker untuk Warga Terdampak Asap Jambi, Gubernur Khofifah Ajak Salat Istisqa

DPRD Jawa Timur Minta Penambahan 18 Staf Ahli hingga Usulkan Tata Tertib Baru Soal Rapat Paripurna

Gubernur Khofifah Berjanji Sampaikan Aspirasi Mahasiswa dan Masyarakat Jatim ke Pemerintah Pusat

Lantaran sudah memiliki basic kerja sama yang kuat, dalam kesempatan tersebut, ia juga menawarkan Australia untuk ikut membangun koneksitas public transport di kawasan Gerbangkertasusila atau Surabaya Megapolitan.

"Banyak hal yang beliau sampaikan. Karena selain mantan perdana menteri, beliau juga ada di lembaga investasi besar yaitu KKR & Co. Beliau sampaikan bahwa mereka bisa investasi di bidang agro dan infrastruktur serta renewable energy," kata Khofifah Indar Parawansa.

Ia menyampaikan pada Australia bahwa salah satu proyek prioritas yang kini tengah diupayakan adalah koneksitas di Surabaya Megapolitan. Dan hal tersebut ternyata cukup menarik minat dari Australia.

"Mereka menanyakan transportasi publik seperti apa yang diinginkan. Saya sampaikan bahwa warga Jawa Timur ingin memiliki MRT atau LRT. Kajian dari Prancis sudah dilakukan, dan pembangunan transportasi publik ini memberikan ketertarikan hang cukup banyak," kata Khofifah Indar Parawansa.

Namun ia menegaskan, sebelum membuka peluang investor untuk masuk, Pemprov Jawa Timur kini tengah menunggu Kepres terkait proyek prioritas Surabaya Megapolitan ini.

Gubernur Khofifah Imbau Mahasiswa Jawa Timur Gelar Aksi dengan Sopan, Objektif dan Tanpa Kekerasan

Manfaatkan Akhir Pekan, Ratusan Pengunjung Geruduk Expo Kendaraan Hasil Curian di Mapolda Jatim

Jika sudah turun, maka tim untuk membuka ruang investor ada kemungkinan untuk dibuka dan dijalankan. Karena setelah Kepres turun, akan ada kepastian komponen apa yang akan dibutuhkan, timnya siapa saja, dan siapa saja yang akan dilibatkan, plus pembagian tugasnya.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved