Tempat Hiburan & Warung Dirazia Satpol PP Kota Kediri, Penjual Miras Ilegal Tak Bisa Tunjukkan Izin

Hasilnya puluhan botol minuman keras (miras) dari berbagai jenis disita petugas, Sabtu (28/9/2019) malam.

Tempat Hiburan & Warung Dirazia Satpol PP Kota Kediri, Penjual Miras Ilegal Tak Bisa Tunjukkan Izin
SURYA.CO.ID/DIDIK MASHUDI
Barang bukti puluhan botol miras yang dijual ilegal hasil razia Satpol PP Kota Kediri, Sabtu (28/9/2019) malam. 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Satpol PP Kota Kediri menggelar razia serentak di sejumlah toko dan tempat hiburan malam. Hasilnya puluhan botol minuman keras (miras) dari berbagai jenis disita petugas, Sabtu (28/9/2019) malam.

Para penjual miras ilegal ini bakal dipanggil petugas untuk diproses kasusnya oleh penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Kota Kediri.

Sasaran razia ini diawali di toko penjual miras milik YP (38) di Jl Kelapa Gang III Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren.

Dari lokasi toko disita barang bukti miras Bir Bintang Besar 7 botol, Bir Bintang Kecil 4 botol, Bir Hitam Guinnes 8 botol, satu botol miras merk Kuntul isi tinggal seperempat.

Diduga Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pria di Kediri Ditemukan Gantung Diri

YP selaku pemilik toko tidak dapat memperlihatkan perijinan resmi untuk menjual miras.

Tim razia juga mendatangi Cafe Maya di ruko Jl Waringin Kresek, Kelurahan Tempurejo Kecamatan Pesantren yang dikelola IP (37) warga Kelurahan Setonopande, Kota Kediri.

Saat dilakukan penggeledahan di Cafe Maya petugas menemukan barang bukti miras 2 botol Kuntul, 1 botol Anggur merah, 1 botol Bir Bintang dan 1 botol campuran serta 15 botol miras yang telah kosong.

Pengelola Cafe Maya juga tidak bisa memperlihatkan izin menjual miras. Rencananya IP bakal dipanggil oleh petugas PPNS untuk memproses kasusnya.

Tim razia juga mendatangi Cafe dan Karaoke Mega Bola di Jl Kapten Tendean, Kota Kediri. Tempat hiburan malam ini dikelola oleh AP (34) warga Jl Urip Sumoharjo, Kota Kediri.

Abdul Hakim Bafagih Kaum Milenial Kota Kediri Calon Anggota DPR RI

Petugas mengamankan 3 botol Bir Bintang, 2 teko berisi miras yang sudah dicampur, 1 botol Bir Bintang yang sudah dibuka. Tempat hiburan malam yang menyewakan 5 room ini tidak dapat memperlihatkan izin menjual miras.

Petugas juga mengamankan KTP milik AP selaku pengelola tempat hiburan malam. Sementara satu pengunjung yang tidak membawa identitas juga diamankan ke Kantor Satpol PP.

Sementara razia di warung Pasar Bandar, Kecamatan Mojoroto milik AT (51) petugas menyita barang bukti miras 7 botol miras oplosan.

Kabid Trantibun Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid menjelaskan, pemilik tempat hiburan malam dan pemilik toko yang menjual miras bakal dipanggil oleh PPNS dan kasusnya diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.

Nur Khamid mengaku prihatin karena peredaran miras di Kota Kediri masih banyak diperjual belikan di tempat hiburan dan toko yang tidak memiliki izin resmi.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved