Belum Sempat Dioperasi Bocah Penderita Tumor Leher di Kabupaten Kediri Akhirnya Meninggal

Rian Ikana Putra (12), bocah penderita tumor colli sebesar bola di lehernya meninggal dunia di rumahnya Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri

Belum Sempat Dioperasi Bocah Penderita Tumor Leher di Kabupaten Kediri Akhirnya Meninggal
(Surya/Didik Mashudi)
Rian Ikana Putra penderita tumor coli di leher untuk sementara menjalani rawat inap di RSUD Pare, Sabtu (14/9/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Rian Ikana Putra (12), bocah penderita tumor colli sebesar bola di lehernya meninggal dunia di rumahnya Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Minggu (29/9/2019) malam.

Heny salah satu relawan menyebutkan, Rian meninggal di rumahnya setelah sempat dibawa di rumah sakit.

"Almarhum sebelumnya sempat sesak napas," jelasnya kepada tribunjatim, Senin (30/9/2019).

JenaZahnya langsung dikebumikan keluarganya Minggu malam. Saat memandikan jenasah juga dilakukan prosedur medis karena orang yang memangku almarhum mengenakan mantal plastik.

Kematian Rian juga membuat kaget sejumlah relawan yang sebelumnya menggalang dana untuk pengobatannya.

"Kondisi tumor di lehernya memang sudah parah, namun Rian ternyata mampu bertahan lama," ungkap Arif Witanto, pegiat Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jatim.

Puluhan Komunitas Ngamen Amal di Kediri Untuk Bocah Penderita Tumor Colli

Massa Aksi IMM dan PMII Geruduk Mapolda Jatim, Usut Tuntas Kasus Penembakan Mahasiswa

PNS di Dinas Peternakan Sumenep Ditangkap Polisi Akibat Narkoba

Sebelumnya Arif bersama relawan lainnya berupaya membantu orangtua Rian berobat di RS Syaiful Anwar Malang. Namun beberapa kali menjalani pemeriksaan belum sempat mendapatkan tindakan medis.

Tumor yang semakin membesar di lehernya juga telah menyebar sehingga bagian muka dan dadanya telah mengalami lebam-lebam. "Semoga Dik Rian diterima di sisiNYA," ungkapnya kepada Tribunjatim.com.

Menurut Ny Kusmini, ibunda Rian, kasus yang menimpa putranya bermula dari benjolan kecil sebesar biji kelereng yang tumbuh di bagian leher sebelah kiri. Namun karena tidak segera diobati, benjolannya semakin membesar hingga sebesar bola.

Arif menyebutkan, penderita memang terlambat mendapatkan pengobatan medis. Karena pasien baru dibawa berobat ke dokter setelah benjolannya semakin membesar.

Sebelumnya orangtuanya sempat memberikan sejumlah obat alternatif sebelum mendapatkan pengobatan medis. Dari RSUD Pare kemudian merujuk Rian ke RSSA Malang.

Kisah Rian sempat menarik banyak simpati dan perhatian dari masyarakat. Sejak kisahnya banyak diberitakan di media massa dan media sosial, banyak simpati berdatangan memberikan bantuan.

Malahan para relawan yang ada di Kediri menggelar Ngamen Amal untuk menggalang dana untuk kesembuhan Rian. Hasil ngamen yang berlangsung arena Car Free Day (CFD) Jl Dhoho dua minggu lalu berhasil menggalang dana Rp 21.629.700.(dim/Tribunjatim.com)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved