Kementan Melalui

Dirjen Hortikultura Imbau Petani di Indonesia Agar Berhati-Hati Peredaran Benih Palsu Bawang Putih

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Dirjen Hortikultura ingatkan bahaya peredaran benih palsu yang kian marak.

Dirjen Hortikultura Imbau Petani di Indonesia Agar Berhati-Hati Peredaran Benih Palsu Bawang Putih
ISTIMEWA/TRIBUN JATIM
Bawang putih lokal terus diangkat Eksistensinya oleh Kementan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Dirjen Hortikultura ingatkan bahaya peredaran benih palsu yang kian marak.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menghimbau kepada seluruh kabupaten maupun kota yang akan memulai penanaman bawang agar berhati-hati dengan peredaran benih palsu bawang putih.

"Karena Berkaca dari pengalaman tahun lalu, modus kejahatan di antaranya adalah dengan pemalsuan label benih," kata Direktur Jenderal Hortikultura, yang akrab dipanggil Anton, Senin (30/9/2019).

Bahkan, dikatakannya, bahwa benih bawang lokal yang berlabel asli pun belum tentu asli, hal tersebut karena setelah diperiksa benihnya ternyata dioplos.

"Benih bawang putih oplosan kondisinya biasanya yaitu benih lokal dicampur dengan bawang putih konsumsi," ujar Anton

Dan ada juga benih lokal berlabel asli, namun setelah dicek seluruhnya diganti oleh penyedia benih dengan bawang putih konsumsi.

Truk Tronton Adu Moncong Truk Kontainer di Kalianak Surabaya, Sopir Terjepit hingga Patah Tulang

Warga Pasuruan Ramai - ramai Bersihkan Sampah di Sungai Wrati

Curhatan Istri Imam Nahrawi Pasca KPK Tahan Mantan Menpora, Tak Dapat Berkata, Foto Dibanjiri Doa

Modus pemalsuan terkini yakni menggunakan label asli, benih lokalnya juga asli, tidak oplosan dengan bawang putih konsumsi, masih dalam bentuk umbi namun ternyata dioplos dengan sesama bawang putih lokal yang belum putus dormansi.

Walaupun berlabel asli, Anton mengingatkan, agar masyarakat tidak menerima benih yang sudah pipilan atau siung karena akan sulit membedakan antara benih dan bawang konsumsi.

"Kita infokan sekaligus menghimbau bahaya peredaran benih palsu ini, karena diberitakan sebelumnya, adanya pemalsuan benih ini menyebabkan pertanaman bawang putih gagal panen. Petani dan pelaku usaha merugi dan berdampak petani jera menanam bawang putih," jelasnya

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved