Eks Marketing PT Antam Gelapkan 1136 Kg Emas Hingga Korban Rugi Rp 573 Juta, Berujung Sidang di PN

Eks Marketing PT Antam Gelapkan 1136 Kg Emas Hingga Korban Rugi Rp 573 Juta, Berujung Sidang di PN Surabaya.

TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa Eksi Anggraini saat jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (1/10/2019) 

Eks Marketing PT Antam Gelapkan 1136 Kg Emas Hingga Korban Rugi Rp 573 Juta, Berujung Sidang di PN

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Diduga gelapkan emas, terdakwa Eksi Anggraini disidang di Pengadilan Negeri Surabaya.

Wanita yang berprofesi sebagai Marketing PT Aneka Tambang (Antam) ini, jalani sidang perdana dengan agenda pembacaan berkas dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko dari Kejati Jatim. 

Dalam dakwaan jaksa dijelaskan, kasus tipu gelap ini dilaporkan oleh Pengusaha Surabaya bernama Budi Said. Saat itu, Budi Said membeli ribuan kilo emas melalui terdakwa selaku marketing dari PT Aneka Tambang (Antam) senilai Rp 3,5 triliun. 

Meriahnya Kirab Grebek Suro Kampung Kemasan Kediri, Warga Mengarak Pecut Samandiman Raksasa 15 Meter

Rutan Bangil Pasuruan Gelar Forum Grup Bahas Pasal - Pasal Dalam RUU Pemasyarakatan

Tanda-tanda Tubuh Kekurangan Vitamin D, Rambut Rontok hingga Mudah Cemas Bisa Jadi Tanda Awal!

"Bahwa dari 7.071 kilogram yang disepakati antara saksi Budi Said dengan terdakwa Eksi Anggraeni diterima hanya sebanyak 5.935 kilogram. Sedangkan selisihnya 1.136 kilogram tidak pernah saksi terima. Namun uang telah diserahkan ke PT Antam," ujar JPU Winarko.

Masih jaksa, saksi Budi Said tertarik membeli emas tersebut lantaran tergiur dengan program discount yang dijelaskan terdakwa Eksi.

Namun seiring waktu setelah melakukan pembayaran melalui transfer secara bertahap, kekurangan emas yang dibeli tak kunjung diterima oleh Budi Said.

"Selanjutnya karena tidak ada pengiriman emas lagi, maka saksi Budi Said merasa ditipu dan selanjutnya mengirim surat ke PT Antam Cabang Surabaya namun tidak pernah dibalas. Sehingga akhirnya berkirim surat ke PT Antam Pusat Jakarta dan dinyatakan PT Antam tidak pernah menjual emas dengan harga discount," jelas JPU Winarko, Selasa, (1/10/2019). 

Akibat perbuatan terdakwa, Jaksa menyebut Budi Said telah mengalami kerugian sebesar Rp 573 Juta lebih.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan kedua diancam dalam Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP," pungkasnya. 

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved