Kasus Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua, Istri SA Ajukan Praperadilan, 'Wong Suami Saya Bertugas'

SA, ditetapkan sebagai tersangka dugaan ujaran kebencian dan UU ITE kasus kerusuhan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya

TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Nur Azizah Istri SA, bersama kuasa hukumnya ajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa, (1/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - SA, ditetapkan sebagai tersangka dugaan ujaran kebencian dan UU ITE kasus kerusuhan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya dan akan segera jalani sidang.

Menanggapi hal ini, istri dari tersangka SA, yakni Nur Azizahtus Shoifah layangkan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Surabaya pada Selasa (01/9/2019) siang

Dia menuntut keadilan terhadap suaminya yang didakwa dengan pasal berlapis. Menurut Nur, saat kejadian suaminya sedang bertugas. 

"Jadi saya ajukan praperadilan apakah benar bukti yang ditujukan polisi itu bisa menjerat suami saya," terangnya, Selasa, (1/10/2019). 

(Polda Jatim Periksa 3 Saksi Lagi untuk Lengkapi Berkas Perkara Veronica Koman, Tersangka Kasus Papua)

Nur menambahkan bahwa suaminya ini membela bendera merah putih.

Bahkan pria yang bertugas sebagai deteksi dini di Kecamatan Tambaksari itu disebut memasang bendera dua kali. 

Sementara itu, kuasa hukum SA, Hishom Prasetyo Akbar mengaku poin dari gugatan ini adalah menguji pasal yang disangkakan. 

"Saya rasa ini momentum yang tepat untuk bersama membuktikan bahwa indonesia sebagai negara hukum penganut trias politika. Akan senantiasa menjunjung tinggi supremasi hukum atau tidak," ucap Hishom.

"Akankah hukum itu akan dijadikan tempat tertinggi diatas kepentingan lainnya manakala berkaitan dengan perkara hukum," sambungnya. 

(Kejar Tersangka Tweet Provokatif Isu Papua, Polda Jatim: Pemerintah Australia Janji Tak Ikut Campur)

SA sendiri dikenal sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya yang bertugas di Kecamatan Tambaksari, Surabaya.

SA disebut polisi sebagai pelaku ujaran bernada rasial yang terekam dalam penggalan video singkat yang tersebar di lini masa media sosial

(Kejati Jatim Terima SPDP Veronica Koman Atas Kasus Papua: Sambil Tunggu Berkas, Kami Terbitkan P16)

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved