Pengurus AMM Mojokerto Genggelar Renungan dan Doa Bersama Untuk Negeri

Pengurus Angkatan Muda Muhammadiyah Kabupaten Mojokerto menggelar renungan untuk negeri dan doa bersama di Masjid Al Azhar, Kecamatan Mojosari

Pengurus AMM Mojokerto Genggelar Renungan dan Doa Bersama Untuk Negeri
Febrianto/Tribunjatim
Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno dan Dandim 0815 Mojokerto, Letkol. Kav. Hermawan Weharima, foto bersama Anggota Pengurus Angkatan Muda Muhammadiyah Kabupaten Mojokerto, Senin (1/9/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Pengurus Angkatan Muda Muhammadiyah Kabupaten Mojokerto menggelar renungan untuk negeri dan doa bersama di Masjid Al Azhar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Senin malam (30/9/2019).

Renungan dan doa bersama itu ditujukan kepada dua Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Immawan Randi (21) dan M Yusuf Kardawi (19), yang wafat karena ditembak saat menyampaikan aspirasi di depan gedung DPRD Sulawesi Tenggara.

Tampak Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno dan Dandim 0815 Mojokerto, Letkol. Kav. Hermawan Weharima, ikut serta mendoakan dua Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah tersebut.

Ketua Pengurus Angkatan Muda Muhammadiyah Kabupaten Mojokerto, Muhammad Firdaus, mendorong Kepolisian Republik Indonesia melalui Kapolres Mojokerto, untuk segera mengusut kasus penembakan tersebut dengan tuntas dan transparan.

"Kami turut berduka cita sedalam dalamnya atas meninggalnya dua kader Ikatan Muhammadiyah. Kami berharap pelaku bisa ditemukan. Karena pelaku telah menciptakan situasi yang tidak kondusif bagi kita semua," ucapnya kepada Tribunjatim.com, Senin (30/9/2019).

Pengurus Angkatan Muda Muhammadiyah Kabupaten Mojokerto Gelar Nobar Film G30S PKI

Dul Jaelani Bongkar Kebohongan Maia, Pertemuan Diam-diam dengan Ahmad Dhani, Ungkap Memori Masa Lalu

Jadwal Pelantikan Anggota DPR, DPD, dan MPR Periode 2019-2024 Lengkap dengan Rangkaian Acaranya

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno, dalam sambutannya, mengatakan, Kapolri telah membentuk sejumlah tim investigasi yang dipimpin langsung oleh Wakapolri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto.

"Tim ini dibentuk untuk menyelidiki secara langsung di Kendari, Sulawesi. Agar kasus ini menjadi tuntas dan pelaku bisa ditemukan," ujarnya kepada Tribunjatim.com, Senin (30/9/2019).

Sementara itu, Dandim 0815 Mojokerto, Letkol. Kav. Hermawan Weharima, dalam sambutannya, menekankan, pentingnya para generasi muda untuk tidak melupakan peristiwa sejarah yang terjadi di Indonesia.

"Generasi pemuda adalah generasi penerus bangsa. Mereka adalah calon pemimpin masa depan di negeri ini. Jangan sekali kali melupakan sejarah. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya," ujarnya, Senin (30/9/2019).(Febrianto/Tribunjatim.com)

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved