Problem Slot Tipis Hingga Tarif Mahal Tol Laut, ALFI: Tol Laut Mulai Tidak Sesuai Tujuan Awal

Program tol laut jadi satu program andalan untuk mengurangi disparitas harga produk di Jawa dengan di kawasan Indonesia Timur, Namun faktanya berbeda

Problem Slot Tipis Hingga Tarif Mahal Tol Laut, ALFI: Tol Laut Mulai Tidak Sesuai Tujuan Awal
Istimewa
Kapal tol laut saat sandar di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Program tol laut menjadi satu program andalan untuk  mengurangi disparitas harga produk di daerah produksi di Jawa dengan daerah pemasaran di kawasan Indonesia Timur.

Namun program ini dinilai sudah tidak lagi sejalan dengan tujuan awal. Setidaknya hal inilah yang menjadi opini Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI).

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DPW Jawa Timur, Hengky Pratoko mengatakan konsep tol Laut yang sebenarnya bagus.A

Namun sudah tak sesuai tujuan awal.

(Pengusaha Resah, Tol Laut Kuotanya Penuh Terus, Ada Ketimpangan Harga Pengiriman dengan Ekpedisi)

“Seperti tidak adanya transparansi pemilik kapal, berapa slot atau space (tempat) yang tersedia dan kapan closing time (waktu penutupan) yang ditetapkan," ucap Hengky Pratoko.

"Harusnya ada center point yang bisa diakses oleh siapapun, mulai dari tempat yang tersedia berapa dan barang harus sudah tiba kapan," ungkap Hengky Pratoko, Selasa (1/10/2019) di Surabaya.

Untuk itu, Henky berharap para stakeholder tol laut duduk bersama kembali untuk mencarikan solusi terbaik.

Termasuk perlunya memebuat center point yang bisa diakses oleh siapapun.

Salah satu pengguna tol laut di Surabaya, Budi Alfian, membenarkan apa yang disampaikan Hengki.

"Selain tarif tol laut yang masih terbilang mahal, slot atau ruang kapal tol laut juga tak mudah didapat karena selalu sudah penuh saat pemesaran," jelasnya.

(Pengusaha Surabaya Keluhkan Efektifitas Tol Laut ke Papua, Sering Penuh dan Tak Terlayani)

Halaman
123
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved