Dana Hibah Pilkada Banyuwangi Sebesar Rp 89,7 Miliar

Dana hibah untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banyuwangi sebesar Rp 89,7 miliar. Ini telah diberikan Pemkab Banyuwangi pada Komisi Pemilihan Umum

Dana Hibah Pilkada Banyuwangi Sebesar Rp 89,7 Miliar
Surya/Haorrahman
Bupati Banyuwangi Pimpin Hari Kesaktian Pancasila, Selasa (1/10/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Dana hibah untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banyuwangi sebesar Rp 89,7 miliar. Ini telah diberikan Pemkab Banyuwangi pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Kami berharap tahapan Pilbup bisa berjalan lancar. KPU dan Bawaslu bisa melaksanakan tugasnya secara profesional,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Rabu (2/10).

Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Pemkab, KPU, dan Bawaslu, telah ditanda tangani, Selasa (1/10).

Anas bersyukur penandatanganan NPHD dilakukan tepat waktu. Anas menuturkan, di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 tersedot cukup banyak untuk pelaksanaan Pilbup.

Abdullah Azwar Anas berpesan, proses politik lima tahunan itu tidak boleh merusak agenda pembangunan Banyuwangi.

“Jangan sampai karena urusan orang perseorangan, kondisi Banyuwangi terganggu sehingga mengganggu investasi dan kondisi ekonomi daerah,” kata Abdullah Azwar Anas kepada Tribunjatim.com.

Profil-Biodata Puan Maharani, Putri Megawati Soekarnoputri Jadi Ketua DPR RI Perempuan Pertama

Lewat Voting, La Nyalla Akhirnya Terpilih jadi Ketua DPD RI 2019-2024

Sambut Sail To Indonesia di Pulau Bawean, Masyarakat Siapkan Perahu Jhokung

Ketua KPU Dwi Anggraini mengatakan, anggaran Pilbup 2020 naik hampir dua kali lipat dibanding anggaran Pilbup 2015.
Kenaikan signifikan tersebut salah satunya bersumber dari pengadaan kotak dan bilik suara.

“Pada Pilbup 2020 menggunakan kotak dan bilik suara berbahan kardus, sehingga perlu pengadaan. Pada Pilbup 2015 tidak ada anggaran untuk pengadaan, karena saat itu menggunakan kotak dan bilik suara berbahan aluminium yang telah digunakan pada Pemilu sebelumnya,” bebernya kepada Tribunjatim.com.

Ketua Bawaslu, Hamim, menjelaskan sebelumnya Bawaslu mengajukan anggaran untuk Pilbup 2020 sebesar Rp 24 miliar. Setelah dilakukan rasionalisasi, anggaran yang dibutuhkan turun menjadi Rp 21 miliar.

“Namun saat pembahasan terakhir bersama TAPD, disepakati anggaran untuk Bawaslu sebesar Rp 16,1 miliar,” terangnya. (Haorrahman/Tribunjatim.com)

Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved