Breaking News:

Kuasa Hukum Dua Kakek Jual Tanah Milik Pemkot Surabaya Sebut Jika Terdakwa Sudah Kembalikan DP

Kuasa Hukum Dua Kakek Jual Tanah Milik Pemkot Surabaya Sebut Jika Terdakwa Sudah Kembalikan DP.

TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Dua terdakwa Sampurno (kiri) dan Sukadi (kanan) saat jalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu, (2/10/2019) 

Kuasa Hukum Dua Kakek Jual Tanah Milik Pemkot Surabaya Sebut Jika Terdakwa Sudah Kembalikan DP

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sementara itu Eko Budi Santoso, kuasa hukum dua terdakwa Sampurno dan Sukadi yang menjual tanahnya ternyata milik Pemkot Surabaya, mengaku bahwa kliennya ini sudah lansia dan tidak tahu apa-apa perihal tanah yang dijual oleh Sampurno itu. 

"Sebetulnya dua terdakwa itu tidak tahu itu tanah pemkot. Artinya, mungkin mereka sudah ada transaksi sebelumnya. Yang jadi masalah, dikira terdakwa ini tidak mengembalikan DP sebesar Rp 35 juta itu," jelas Eko, Rabu, (2/10/2019). 

Pasrahnya Dua Kakek Surabaya Ini Divonis 8 Bulan Bui Gegara Mau Jual Tanahnya Ternyata Milik Pemkot

Geger Warga Gresik Temukan Jasad Kakek di Kebun Tebu, Kepala Tinggal Tengkorak, Tewas Tersesat

BREAKING NEWS - Kakek Asal Pasuruan Tewas Tertabrak Truk di Sidoarjo, Luka Parah di Kepala dan Kaki

Akhirnya keduanya dilaporkan, baru oleh terdakwa dikembalikan saat batas akhir pelaporan. Tanah itu sebetulnya untuk ditempati oleh terdakwa Sampurno

"Ketiganya ini sama-sama tua. Dan tanah itu sudah dimiliki selama 20 tahun. Dan surat keterangan dari pemilik pertama dan sudah dialihkan ke Pemkot," lanjut Eko. 

Diketahui, terdakwa Sampurno dan Sukadi hendak menjual tanah di Jalan Dukuh Kupang Barat Gg. XXII/38 ukuran 6 m X 30 m atau luas 180 m2, adalah perbuatan ilegal dengan harga Rp 135 juta. 

Dimana tanah tersebut ternyata milik Pemkot Surabaya sesuai dengan Sertifikat Hak Pengelolaan No. 03/ Kelurahan Dukuh Kupang an. Pemegang Hak Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya serta telah masuk dalam Sistem Informasi Managemen Barang Daerah (SIMBADA) No. Reg. 12345678-1999-20241-1.

Terdakwa Sukadi yang saat itu sebagai makelar tanah hendak menjual tanah milik terdakwa Sampurno kepada Moh. Adnan pada tahun 2016 silam.

Bermodalkan Fotocopy surat nomor : 973/41/402.91.04.02/1993 ditujukan kepada Camat Dukuh Pakis perihal permohonan riwayat asal usul pemilikan tanah IPEDA no. 37/Kel. Dukuh Kupang. 

Fotocopy tanda pendaftaran sementara tanah milik Indonesia petikan dari buku pendaftaran huruf C no. 37 surat nomor : 973/41/402.91.04.02/1993 ditujukan kepada Camat Dukuh Pakis perihal permohonan riwayat asal usul pemilikan tanah IPEDA No. 37/ Kel. Dukuh Kupang; Fotocopy surat keterangan tentang objek tanah petok D No. 37/Kel. Dukuh Kupang; Fotocopy surat keterangan waris almarhum SALIMAN P. KESAN; Fotocopy surat pernyataan pelepasan hak atas tanah Petok D No. 37/ Kel. Dukuh Kupang.

Setelah dicek oleh Adnan dan di bayar uang muka sebesar Rp 35 juta yang diangsur selama dua kali. 

Nyatanya tanah tersebut milik Pemkot. 

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved