Breaking News:

Pasrahnya Dua Kakek Surabaya Ini Divonis 8 Bulan Bui Gegara Mau Jual Tanahnya Ternyata Milik Pemkot

Pasrahnya Dua Kakek Surabaya Ini Divonis 8 Bulan Bui Gegara Mau Jual Tanahnya Ternyata Milik Pemkot.

TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Dua terdakwa Sampurno (kiri) dan Sukadi (kanan) saat jalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu, (2/10/2019) 

Pasrahnya Dua Kakek Surabaya Ini Divonis 8 Bulan Bui Gegara Mau Jual Tanahnya Ternyata Milik Pemkot

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dua terdakwa Sampurno dan Sukadi tak mengira bahwa dirinya harus dijatuhi hukuman penjara selama delapan bulan.

Hal ini karena Sampurno hendak menjual tanahnya yang berada di Jalan Dukuh Kupang Barat Gg. XXII/38 ukuran 6 m X 30 m atau luas 180 m2, adalah perbuatan ilegal dengan harga Rp 135 juta. 

Dimana tanah tersebut ternyata milik Pemkot Surabaya sesuai dengan Sertifikat Hak Pengelolaan No. 03/ Kelurahan Dukuh Kupang an.

Gegara Pukul Mahasiswa Jalan dengan Kekasihnya di Kampus, Pria Surabaya Ini Divonis 2 Bulan Bui

5 Pemerkosa dan Pembunuh ABG di Pantai Rongkang Madura Divonis Hukuman Mati, Simak Kronologinya

Tangis & Pingsannya Ibu Korban Saat Hakim Bangkalan Vonis Mati Pembunuh Anaknya, Kapan Dieksekusi ?

Pemegang Hak Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya serta telah masuk dalam Sistem Informasi Managemen Barang Daerah (SIMBADA) No. Reg. 12345678-1999-20241-1.

Terdakwa Sukadi yang saat itu sebagai makelar tanah hendak menjual tanah milik terdakwa Sampurno kepada Moh. Adnan pada tahun 2016 silam.

Bermodalkan Fotocopy surat nomor : 973/41/402.91.04.02/1993 ditujukan kepada Camat Dukuh Pakis perihal permohonan riwayat asal usul pemilikan tanah IPEDA no. 37/Kel. Dukuh Kupang. 

Fotocopy tanda pendaftaran sementara tanah milik Indonesia petikan dari buku pendaftaran huruf C no. 37 surat nomor : 973/41/402.91.04.02/1993 ditujukan kepada Camat Dukuh Pakis perihal permohonan riwayat asal usul pemilikan tanah IPEDA No. 37/ Kel. Dukuh Kupang; Fotocopy surat keterangan tentang objek tanah petok D No. 37/Kel. Dukuh Kupang; Fotocopy surat keterangan waris almarhum SALIMAN P. KESAN; Fotocopy surat pernyataan pelepasan hak atas tanah Petok D No. 37/ Kel. Dukuh Kupang.

Setelah dicek oleh Adnan dan di bayar uang muka sebesar Rp 35 juta yang diangsur selama dua kali. 

Nyatanya tanah tersebut milik Pemkot. 

Keduanya divonis delapan bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU Yusuf Akbar dengan hukuman 1 tahun 3 bulan. 

"Mengadili untuk terdakwa Sampurno dan Sukadi masing-masing dihukum penjara selama delapan bulan," ujar ketua majelis saat bacakan putusan, Rabu, (2/10/2019). 

Menanggapi putusan itu keduanya mengaku pasrah menerima putusan. Sementara hal yang meringankan keduanya yaitu terdakwa telah mengembalikan uang DP sebesar Rp 35 Juta serta menyesali perbuatannya. 

"Karena bapak sudah berumur, hukuman lebih ringan dan dipotong selama bapak ditahan. Semoga menjadi pembelajaran dan tidak mengulangi lagi ya pak," imbau hakim. 

Perbuatan keduanya terbukti melanggar Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved