Notaris Ini Ditahan Jaksa Dijerat Kasus Tanah 25 Hektar, Digiring ke Lapas Sidoarjo Pakai Kursi Roda

Notaris Ini Ditahan Jaksa Dijerat Kasus Tanah 25 Hektar, Digiring ke Lapas Sidoarjo Pakai Kursi Roda.

Penulis: M Taufik | Editor: Sudarma Adi
SURYA/M TAUFIK
Notaris Dyah saat digiring petugas Kejaksaan menuju Lapas Sidoarjo, Kamis (3/10/2019) 

Notaris Ini Ditahan Jaksa Dijerat Kasus Tanah 25 Hektar, Digiring ke Lapas Sidoarjo Pakai Kursi Roda

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Notaris Dyah Nuswantari menjadi penghuni baru Lapas Sidoarjo sejak Kamis (3/10/2019).

Menggunakan kursi roda, perempuan bertubuh besar ini dikirim petugas Kejari Sidoarjo ke lapas yang jaraknya hanya beberapa ratusan meter dari kejaksaan.

Dyah Nuswantari adalah tersangka kasus tanah seluas 25 hektar di Sedati Sidoarjo yang perkaranya ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri.

Aksi Nekat Pelaku Curanmor di Sidoarjo, Curi 4 Motor Sekaligus di Rumah Kos Tanpa Tinggalkan Jejak

Pencuri Uang di Krian Sidoarjo Ditangkap Setelah Dijebak Pedagang Ikan dengan Kode 8 dan 9

Hindari Motor Putar Balik, Tiga Truk Alami Kecelakaan Beruntun di Trosobo Sidoarjo

"Hari ini pelimpahan tahap II atas perkara tersebut dari Mabes Polri," ujar Kepala Kejari Sidoarjo Setiawan Budi, Kamis siang.

Pihak kejaksaan langsung memutuskan untuk menahan notaris Dyah. Kemudian dititipkan ke Lapas Sidoarjo.

"Tentang kondisi kesehatan, pihak lapas yang bakal menentukan. Apakah dirawat di dalam tahanan jika memang dinyatakan sakit, dibantarkan, atau bagaimana. Yang jelas, kejaksaan menahannya, dan menitipkannya ke Lapas," tandas Kajari.

Dalam perkara ini ada lima orang tersangka. Yakni bos Pasar Turi Henry J Gunawan, Yuli Ekawati yang merupakan anak buah Henry, Reny Susetyowardhani, Noatris Dyah Nuswantari, dan Notaris Umi Calsum.

Kasus ini terjadi sekitar tahun 2011 dan mulai diusut polisi awal tahun 2018 setelah ada laporan dari korban. Tanah yang bermasalah itu luasnya sekitar 25 hektar dengan nilai sekira 300 miliar.

Setelah melalui serangkaian proses, kasusnya dinyatakan P21 alias sempurna. Beberapa hari lalu, tersangka Reni dan Yuli sudah pelimpahan tahap II ke Kejari Sidoarjo, kemudian Rabu kemarin tersangka Henry J Gunawan yang dilimpahkan, dan hari ini giliran notaris Dyah. Berarti, tinggal notaris Umi Calsum yang menungu giliran pelimpahan.

"Lima tersangka semua berkasnya displit. Satu tersangka satu berkas. Terkait Notaris Dyah, tentu keterlibatannya dalam perkara ini sebagai pembuat AJB (akta jual beli)," urai Setiawan Budi.

Setelah menerima pelimpahan ini, pihaknya pun bersiap membawanya ke persidangan. Bakal ada tim jaksa gabungan dari Kejaksaan Agung dan Kejari Sidoarjo yang menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU)-nya.

Dengan komposisi 3 jaksa Kejagung dan 4 jaksa Kejari Sidoarjo. "Mereka yang bakal menyidangkan lima tersangka itu. Biar lebih enak, karena perkaranya berkaitan," tukasnya

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved