Kampus di Surabaya

UK Petra Surabaya Gelar Business Matching, 14 Tenant Pamerkan Ide hingga Prototype Unggulan

UK Petra Surabaya menggelar Bussiness Matching bagian dari Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) Petra bersama investor potensial, Kamis (3/9/2018).

UK Petra Surabaya Gelar Business Matching, 14 Tenant Pamerkan Ide hingga Prototype Unggulan
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
14 Tenant Pamerkan Ide hingga Prototype Unggulan di Business Matching UK Petra Surabaya, Kamis (3/10/2019) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - UK Petra Surabaya menggelar Bussiness Matching bagian dari Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) Petra bersama investor potensial, Kamis (3/9/2018).

UK Petra menjadi satu di antara tiga perguruan tinggi di Jawa Timur yang IBTnya tergolong produktif dan mendapat hibah sebanyak Rp 300 juta dari Kemenristekdikti.

"Kami ingin membangun inkubator bisnis peduli lingkungan dan wawasan global," kata Kepala Sentra Inovasi dan Kewirausahaan UK Petra Felix Pasila, S.T., Ph.D., Kamis (3/10/2019).

Felix mengatakan, business matching merupakan pertemuan 14 tenant asuhan IBT Petra dengan investor potensial.

(Hari Batik Nasional 2019, Universitas Dinamika Kenalkan Motif Batik Icon Kampus)

IBT Petra ini sendiri berdiri sejak September 2018, sebagai bagian dari Pusat Penelitian di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UK Petra.

IBT Petra disebut Felix terfokuskan pada bidang energi terbarukan dan bidang IT yang berada di Jawa Timur.

"Kami merasa ingin membangun start up yang baik, tidak boleh terdiri dari Petra saja tapi dengan kerjasama dan terbuka," kata Felix.

Sebanyak 14 tenant akan menyampaikan ide bisnis sekaligus memperlihatkan prototype barang yang telah dibuat untuk siap dipasarkan.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) Asril Fitri Syamas mengatakan, perguruan tinggi punya potensi besar menjadi inkubator bisnis dari hasil penelitian kampus maupun mahasiswa maupun alumni calon start up.

(Universitas Prasetiya Mulya Jakarta Jadi Kampus Pertama di Indonesia Punya Freeze Drying)

"Perguruan tinggi selalu mendorong hilirisasi penelitian jangan sampai hasil riset hanya berhenti di jurnal, prototype. Keberhasilan harus dinilai dari seberapa banyak hasil riset sampai di pasar," kata Asril Fitri Syamas.

Asril mengatakan tujuan AIBI memberikan penguatan dan peningkatakan mulai dari insfrastruktur, sarana prasarana dan management inkubasi bisnis.

"Kalau punya semangat, passion dan semangat mengembangkan jejaring. Inkubator Bisnis Teknologi terdiri dari 68 dari perguruan tinggi. Sisanya pemda, komunitas, litbang daerah. Tanpa jejaring akan sulit bisnis berkembang," tutup Asril.

(ITS Ditunjuk Jadi Kampus ke 15 Roadshow lDCamp Indosat Ooredoo, Ada Talkshow Industri Digital)

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved