Angin Puting Beliung Landa Jember, 1 Rumah Semi Permanen Roboh, BPBD Waspadai Mulainya Ganti Musim

Angin Puting Beliung Landa Jember, 1 Rumah Semi Permanen Roboh, BPBD Waspadai Mulainya Ganti Musim.

Angin Puting Beliung Landa Jember, 1 Rumah Semi Permanen Roboh, BPBD Waspadai Mulainya Ganti Musim
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
rumah roboh di Sukowono akibat angin puting beliung 

Angin Puting Beliung Landa Jember, 1 Rumah Semi Permanen Roboh, BPBD Waspadai Mulainya Ganti Musim

TRIBUNJEMBER.COM, SUKOWONO - Angin cukup kencang berhembus di sejumlah wilayah di Kabupaten Jember, Jumat (4/10/2019).

Bahkan dilaporkan hembusan angin puting beliung terjadi di Desa Sukorejo Kecamatan Sukowono. Akibatnya sebuah rumah semi permanen milik Sanidin (57) dilaporkan roboh.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Heru Widagdo mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut.

Kesenian Gandrung Kentrung Djos Jember Tampil di Festival Pertunjukan Rakyat di Magetan

Lora Fadil Anggota DPR RI asal Jember Bangga Miliki 3 Istri, yang Penting Syaratnya Harus Mampu

AMPI Jawa Timur Ancang-ancang Usung Kader di Pilkada Jember dan Tuban

"Tim Reaksi Cepat (TRC) masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan 'assessment' atas peristiwa tersebut. Kami akan menghitung kerugian, dan kebutuhan apa yang dibutuhkan oleh warga terkena bencana," ujar Heru kepada TribunJatim.com, Jumat (4/10/2019) sore.

Dari informasi yang dihimpun TribunJatim.com, angin puting beliung berhembus di kawasan desa itu sekitar pukul 12.15 Wib. Angin kencang merobohkan atap dan dinding rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu dan anyaman bambu tersebut.

Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Heru menuturkan, setelah mendapatkan laporan tersebut TRC BPBD Jember langsung mendatangi lokasi. TRC menginput data dan kebutuhan korban terdampak bencana angin puting beliung tersebut.

"Kami akan memberikan rekomendasi untuk perbaikan. Juga mencari tahu kebutuhan apa yang dibutuhkan korban. Apakah sembako, makanan, atau bantuan alat masak kalau alatnya rusak," imbuh Heru.

Heru mengakui pada Jumat (4/10/2019) siang, angin cukup kencang berhembus di sejumlah wilayah di Jember. Dia mencontohkan merasakan angin kencang saat berada di kawasan Kecamatan Pakusari. Dia menduga, angin kencang terjadi di beberapa wilayah lain termasuk di Kecamatan Sukowono.

Angin kencang juga berhembus beberapa kali di wilayah Kecamatan Kaliwates. Heru meminta warga waspada terhadap angin kencang. Sebab berdasarkan karakter alam Jember, angin kencang biasanya berhembus di masa pergantian musim, dari kemarau ke musim penghujan.

"Memang biasanya menjelang musim penghujan, atau di pergantian musim ditandai dengan angin kencang. Kalau Jember biasanya terjadi di sejumlah kawasan, seperti Pakusari, Sukowono dan sekitarnya, juga Mumbulsari, dan seputaran Notohadinegoro Kecamatan Ajung.

Selain angin kencang, BPBD Jember juga mewaspadai bencana tanah longsor di hujan awal di musim penghujan. Heru mencontohkan peristiwa tanah longsor di musim penghujan tahun 2017.

'Terjadi tanah longsor di awal musim hujan di kawasan Sumberbaru. Jadi memang semua pihak harus mewaspadai, angin kencang juga angin puting beliung, serta tanah longsor," pungkas Heru

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved