Dana untuk Drop Air Bersih Sudah Habis, BPBD Trenggalek Ajukan Lagi Bantuan Tak Terduga Rp 601 Juta

Dana untuk Drop Air Bersih Sudah Habis, BPBD Trenggalek Ajukan Lagi Bantuan Tak Terduga Rp 601 Juta.

Dana untuk Drop Air Bersih Sudah Habis, BPBD Trenggalek Ajukan Lagi Bantuan Tak Terduga Rp 601 Juta
SURYA/AFLAHUL ABIDIN
Warga mengambil air di salah satu sumber yang tersisa saat kekeringan melanda di Kabupaten Trenggalek. 

Dana untuk Drop Air Bersih Sudah Habis, BPBD Trenggalek Ajukan Lagi Bantuan Tak Terduga Rp 601 Juta

TRIBUNTRENGGALEK.COM, TRENGGALEK - Dana penyediaan air bersih untuk dikirim ke daerah-daerah kekeringan di Kabupaten Trenggalek telah habis.

BPBD Trenggalek mengajukan Bantuan Tak Terduga (BTT) kabupaten untuk memenuhi droping air yang masih terus berlangsung hingga kini.

Kepala BPBD Trenggalek Joko Rusianto mengatakan, anggaran yang disediakan senilai Rp 110 juta telah habis per 1 Oktober.

Cemburunya Pria Trenggalek Lihat si Istri Tak Sapa Teman di Warung, Cekcok Benturkan Kepala di Motor

Pria Trenggalek Ini Jambret Ponsel Pepet Motor Lalu Kabur 7 Bulan, Diciduk Polisi Saat Habis Melaut

Bupati Mas Ipin Ingin Perempuan di Trenggalek Punya Peran Besar dalam Pertumbuhan Ekonomi

Pihaknya kini telah mengajukan anggaran BTT kabupaten senilai Rp 601 juta.

Apabila dana tersebut mulai menipis di pekan ketiga bulan ini, pihaknya akan mengajukan kembali bantuan yang sama.

Total BTT yang dimiliki Pemkab Trenggalek senilai lebih dari Rp 10 miliar. Dana itu dipakai untuk berbagai kebutuhan yang mendesak.

"Tahun lalu kami mengajukan anggaran hanya Rp 110 juta karena alam tidak bisa diprediksi. Daripada nanti banyak yang tidak terserap, lebih baik kami mengajukan [BTT] ketika dana habis," kata Joko, Jumat (4/10/2019).

Pengiriman air ke daerah-daerah kekeringan, kata dia, berlangsung saban hari. BPBD bekerja sama dengan PDAM setempat untuk pemenuhan air.

Untuk satu tangki ukuran sekitar 5.000 liter, BPBD menganggarkan Rp 225.000 untuk pengiriman ke daerah pegunungan dan Rp 175.000 untuk daerah daratan.

"Kami ambilnya ke beberapa tempat sumber milik PDAM, seperti Panggul, Kampak, dan lainnya," ungkap Joko.

Selain itu, BPBD juga mengajukan bantuan pengeboran sumur ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. Pada tahun ini, Trenggalek dapat tiga bantuan untuk tiga titik pengeboran di Kecamatan Durenan, Karangan, dan Suruh.

Data terakhir, sebanyak 44 desa di seluruh kecamatan di Trenggalek sudah mengajukan bantuan air bersih. Itu artinya, kekeringan telah melanda ke seluruh kecamatan di Trenggalek.

Kondisi ini lebih parah dibandingkan kekeringan tahun lalu. Pada saat itu, kekeringan terjadi di 13 kecamatan

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved