Pilwali Surabaya 2020

Ikut Ramaikan Pilwali Surabaya 2020, Ning Lia Bantah Tudingan Calon Boneka

Suhu politik jelang Pilkada/Pilwali Surabaya 2020 semakin memanas. Isu dan rumor bermunculan.

Ikut Ramaikan Pilwali Surabaya 2020, Ning Lia Bantah Tudingan Calon Boneka
Istimewa
Lia Istifhama siap mengikuti fit and proper test yang diselenggarakan PDIP untuk bacalon wakil wali kota Surabaya yang digelar hari ini oleh DPD PDIP Jawa Timur, Rabu (18/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Suhu politik jelang Pilkada/Pilwali Surabaya 2020 semakin memanas. Isu dan rumor bermunculan.

Salah satu yang diterpa berbagai isu adalah Pengurus Fatayat Nahdlatul Ulama Jawa Timur, Lia Istifhama atau Ning Lia.

Ning Lia yang semula hanya dipandang sebagai calon underdog atau numpang lewat saja, ternyata masih bertahan dalam bursa Pilwali Surabaya 2020.

Sementara sejumlah calon lain mulai hilang dari peredaran. Kondisi itu memunculkan rumor kalau Ning Lia sengaja dikatrol oleh calon lain yang sesungguhnya dipersiapkan maju sebagai kandidat pemimpin Kota Surabaya.

BBW Surabaya 2019 Sediakan Buku Interaktif dengan Teknologi AR, Warga Ramai Buka Layanan Jasa Titip

Jelang Pilwali 2020, Muncul Baliho Foto 2 Anggota DPRD Surabaya, Disebut Potensial Pimpin Surabaya

"Memang awalnya kaget, kok saya dibilang pengkatrol suara untuk seorang calon yang juga masuk bursa Pilwali Surabaya. Kaget, karena kok mudah ya orang bikin isu seperti itu. Apalagi saya dituding sebagai calon boneka. Saya tegaskan semua rumor itu tidak benar," ujar Ning Lia, Jumat (4/10/2019).

Keponakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ini menganggap, semua kompetitor sebagai sahabat.

Untuk itu, pihaknya mengajak agar semua calon berkompetisi secara sehat dengan adu gagasan dan konsep.

Menurutnya, ini adalah proses politik sekaligus aktualisasi diri. Karena itu, siapapun yang mendapat rekom dari partai politik harus dihargai.

"Saya menganggap semua kompetitor adalah sahabat sekaligus sparring patner. Tidak ada istilah lawan apalagi musuh. Siapapun yang nantinya mendapat rekom harus dihargai, karena ini proses politik yang menjadi domain partai politik," tutur warga asli Wonocolo Surabaya tersebut.

Nasdem Surabaya Buka Pendaftaran Pilwali, 4 Tokoh Ambil Formulir Di Hari Pertama

Terkait Pilwali, DPRD Surabaya Konsultasi dengan KPU RI Hingga Kemendagri Soal Anggaran

Pembina Ponpes Raudlatul Banin wal Banat Surabaya ini mengungkapkan, dirinya maju dalam proses Pilwali Surabaya 2020 bukan karena semata keinginan pribadi.

Melainkan juga karena adanya dorongan dari para pendukung yang mayoritas adalah relawan Khofifah-Emil pada Pilgub 2018 lalu.

Putri KH Masykur Hasjim, mantan komandan Banser Jawa Timur ini menjelaskan, amanah baginya adalah tanggung jawab yang harus dijalankan dan tidak bisa dihindari walaupun itu berat

"Saya kuat dan bisa eksis sampai saat ini karena relawan dan pendukung yang militan. Karena dorongan mereka juga yang membuat saya menjalani proses ini. Biarlah proses ini berjalan dulu, sampai titik di mana harus berhenti. Yang jelas ikhtiar hari ini sudah sangat luar biasa," pungkas kandidat doktor dari UINSA Surabaya ini.

Partai Penantang PDIP di Pilwali Surabaya 2020 Tak Perlu Koalisi Besar, Ini Kata Pengamat Politik

Tahun Ini, KPU Tetap Dapat Alokasi Rp 2 Miliar untuk Tahapan Pilwali Kota Blitar 2020

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved