Komplotan Dukun Pengganda Upal di Lamongan Dibekuk Polisi, Amankan Rp 304 Juta dan Emas Palsu

warga yang melihat banyaknya orang keluar masuk di sebuah satu rumah di Desa Girik Kecamatan Ngimbang, Tim Jaka Tingkir Resmob Polres Lamongan Jatim

Komplotan Dukun Pengganda Upal di Lamongan Dibekuk Polisi, Amankan Rp 304 Juta dan Emas Palsu
surya/Hanif Manshuri
Enam para tersangka, uang palsu Rp 304 juta, dan 8 batang uang palsu, Jumat (4/10/2019) 

Termasuk tersangka Ahmad Hamid (38) asal Desa Tumenggungan Kecamatan Silomerto Kabupaten Wonosobo, Pariyanto (36) dan Sampun (42) keduanya asal Desa Sumberkerep Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk.

Praktik perdukunan penggandaan uang dengan uang palsu ini akhirnya terendus polisi dan berhasil digerebek pada Kamis (3/10/2019) petang.

Keberhasilan Polres Lamongan ini bermula saat Tim Jaka Tingkir mendapati informasi bahwa di rumah Awinoto kerap ada tamu yang keluar masuk dan gerak geriknya mencurigakan.

Informasi itu kemudian dikembangkan dan diselidiki. Polisi intens mengumpulkan data dan informasi kenenaran bahwa di rumah Awinoto digunakan untuk transaksi penggandaan uang atau jual beli uang rupiah palsu.

Benar adanya, sejumlah anggota Polres bergerak cepat dan mengepung tempat perdukunan penggandaan uang palsu tersebut.
Saat proses ritual dilakukan, para korban dipameri setumpuk uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu dalam kardus yang dipercayai sebagai hasil proses yang baru saja dijalankan.

Subbag Humas Polres Lamongan, AKP Djoko Bisono dikonfirmas Surya.co.id usai jamaah salat Jumat hanya membenarkan adanya pengungkapan Upal.

"Ya, benar ada," katanya singkat kepada Tribunjatim.com. (Hanif Manshuri/Tribunjatim.com)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved